Take a fresh look at your lifestyle.

PCNU Bantu 1.000 Baju Hazmat dan 10.000 Masker

232

SLAWI- Kepedulian berbagai pihak terhadap pencegahan dan penanganan pandemi virus Korona (Covid-19) terus mengalir.

Kali ini Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa 1.000 baju hazmat dan 10.000 masker kepada Pemerintah Kabupaten Tegal.

Bantuan diserahkan kepada Bupati Tegal, Umi Azizah selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal di Pendapa Amangkurat, Kabupaten Tegal, Jumat (8/5).

Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Ketua PCNU Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari, Ketua  Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Samiun, Bendahara MWC Kecamatan Adiwerna , Abdul Latif, dan Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji.

Ketua PCNU Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari mengatakan, bantuan baju hazmat dan masker yang diserahkan kepada Pemkab Tegal merupakan bantuan dari bendahara MWC Kecamatan Adiwerna,  Abdul Latif, yang juga  pengusaha konveksi di Adiwerna. Bantuan diberikan sebagai wujud peduli terhadap tenaga medis yang menjadi garda terdepan  penanangan Covid-19.

“Mudah-mudahan di Adiwerna akan muncul “Haji Latif-Haji Latif baru”  yang peduli terhadap pencegahan Covid-19,”harap Was’ari.

Was’ari mengatakan, selain menyumbang hazmat dan masker,sebelumnya  PCNU Kabupaten Tegal telah membagikan bantuan berupa 7.000 paket sembako untuk warga. Selanjutnya yang akan segera dilaksanakan yakni pemberian bantuan dari Pimpinan Wilayah NU.

Bupati Tegal, Umi Azizah menyambut baik bantuan yang diserahkan oleh kader NU dan PCNU pagi itu.

“Atas nama Pemkab Tegal dan jajaran gugus tugas serta seluruh masyarakat Kabupaten Tegal, menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya atas bantuan 1.000 hazmat dan 10.000 masker. Ini sangat dibutuhkan Pemkab Tegal dan tentunya bisa langsung dimanfaatkan oleh tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19,”tutur Umi Azizah .

Sementara itu, Abdul Latif mengatakan, bantuan hazmat dan masker yang disumbangkan senilai Rp 100 juta. Baju hazmat dan masker dibuat oleh perajin UKM dalam waktu setengah bulan.

“Kami ikut terpanggil membantu garda terdepan. Kami mencoba membantu walaupun sedikit jumlahnya,”sebutnya.

Abdul Latif mengatakan, sudah dua kali ini membuat baju hazmat. Diantaranya dipesan dari luar daerah. Baju hazmat dan masker dibuat mengguanakan bahan spunbond gramasi 75 gram sesuai SNI.

Bantuan APD tersebut disambut  baik Kepala Dinas Kesehatan, Hendadi Setiaji. APD  tersebut sangat dibutuhkan oleh tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas, termasuk petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 dan petugas  yang merujuk dari puskesmas ke rumah sakit dan petugas poli di rumah sakit.

“Baju hazmat ini hanya satu kali. Untuk satu kali pemakaman sedikitnya dibutuhkan delapan petugas sehingga butuh delapan baju hazmat,”sebut Hendadi.

Hendadi menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan baju hazmat, selain membeli juga diperoleh dari sumbangan berbagai pihak. Saat ini, persediaan baju hazmat mencukupi. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA