Take a fresh look at your lifestyle.

PC Ansor Kabupaten Tegal Usulkan ke Bupati Copot Kepala Dinkes dan Dinsos

654

SLAWI – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal mengusulkan kepada Bupati Tegal untuk mencopot Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, dr Hendardi Setyadi dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal, Nurhayati. Hal itu dilakukan karena dalam kondisi bencana kemanusiaan akibat wabah Virus Korona (Covid-19), kedua kepala dinas tersebut membuat kekisruhan di masyarakat.

“Di tengah pandemi Covid-19 harusnya kerja kepala dinas bisa maksimal, tapi malah dua OPD yang menangani pengadaan kebutuhan penanganan Covid-19 tidak menunjukan keseriusan bekerja, justru membuat resah masyarakat,” kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Nurfanani, Senin (27/4).

Dikatakan, pengadaan masker kain yang dikelola Dinkes menimbulkan banyak masalah. Sesuai informasi dari kader Ansor, bahwa banyak yang bukan pelaku UMKM mendapatkan Surat Pesanan (SP) pembuatan masker. Selain itu, UMKM yang dilibatkan dalam pembuatan masker kain diduga hanya sebagai kedok, karena hanya sekitar 30 persen masker yang dibuat UMKM. Sedangkan sisanya diduga dipesan dari pengusaha besar yang sengaja didatangkan untuk memenuhi kebutuhan masker kain dalam jumlah besar.

“Apalagi kalau bukan untuk mencari keuntungan. Ini harus ditelusuri kebenarannya. Kami minta DPRD untuk menggunakan fungsi pengawasannya,” harapnya.

Lebih lanjut dikatakan, pengadaan beras bagi warga terdampak Virus Korona yang dikelola Dinsos juga menuai persoalan. Persoalan dari mulai awal pendataan hingga kualitas beras yang tidak sesuai dengan standar. Pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa beras yang dipesan dari Bulog Cabang Pekalongan tidak semuanya diambil dari para petani lokal.

“Diduga ada permainan lagi di sini (Dinsos-red). Harusnya fokus untuk bencana kemanusiaan, malah masih mementingkan urusan pribadi,” tegas Nurfanani.

Kondisi tersebut, tambah dia, membuat masyarakat semakin resah karena dampak ekonomi yang cukup parah. Oleh karena itu, GP Ansor mengusulkan dua kepala OPD itu dicopot agar penanganan wabah Virus Korona bisa dilakukan secara cepat, tepat dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan bermain-main diranah bencana kemanusiaan,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA