Take a fresh look at your lifestyle.

Pasutri Tertangkap Basah Curi Kayu Jati di Wilayah KPH Balapulang

608

MARGASARI – Tim Patroli Gabungan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang menangkap dua orang pencuri kayu jati di wilayah teritorial Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Margasari, Kabupaten Tegal, Kamis (28/5). Dua pelaku yang merupakan suami istri (pasutri) itu, mencuri sembilan batang kayu jati gelondong.

Dua pelaku itu, yakni Tohari bin Wasud (46) dan Rumiyati binti H Nuryati (41) tahun, alamat RT 05 RW 02 Desa Pagerbarang, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Tim patroli yang dipimpin Wakil Administratur /Kepala Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (KSKPH) Sugeng Bowo Leksono selaku koordinator keamanan bersama Pabin Jagawana Ipda Suparyadi dan Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Margasari John Wahyudi Tri Susilo, dan jajarannya.

“Saat melaksanakan patroli gabungan sekitar pada pukul 04.00, kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada truk mau mengangkut kayu dari Desa Rajegwesi, Kecamatan Pagerbarang. Truk berhasil ditangkap pukul 06.00 di Jalan Raya Pagerbarang Jatibarang,” kata Administratur KPH Balapulang, A Fadjar Agung Susetyo.

Dikatakan, dari tangan dua pelaku itu, ditemukan barang bukti berupa satu unit kendaraan bermotor truk merk Toyota Rino warna merah dengan nomor polisi AA 1375 UD, sembilan batang kayu jati gelondong volume 1,689 meter kubik. Untuk proses lebih lanjut sebelum tersangka diserahkan ke Polres Tegal, terlebih dahulu dibawa ke kantor KPH Balapulang untuk didata identitasnya.

“Pelaku membawa jati gelondong tanpa dilengkapi dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK), dan setelah didata langsung diserahkan ke Polres Tegal guna dilakukan proses hukum lebih lanjut,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pada bulan puasa dan menjelang Lebaran memang sudah melakukan koordinasi bersama jajaran keamanan hutan mulai dari Wakil Administratur, Pabin Jagawana, Asper/KBKPH, KRPH, Polhut dan Polhutmob bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk merapatkan barisan dalam upaya meningkatkan keamanan hutan, baik dengan cara meningkatkan patroli di hutan maupun dengan cara preventif berupa pendekatan kepada masyarakat sekitar hutan bersama LMDH.

“Penangkapan ini diharapkan bisa membuat pelaku menjadi jera dan masyarakat tahu bahwa kami serius dan tidak pandang bulu dalam upaya untuk menjaga keamanan hutan. Kita akan terus berupaya bekerjasama dan berkoordinasi dengan semua stakeholder yang ada untuk selalu meningkatkan keamanan hutan agar aman dan kondusif,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA