Take a fresh look at your lifestyle.

Pandemi, Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Kabupaten Tegal Meningkat

SLAWI,smpantura.com- Pandemi Covid-19 berdampak pada naiknya angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Tegal. Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan, angka kemiskinan di Kabupaten Tegal meningkat dari 7,64 persen di tahun 2019 menjadi 8,14 persen di tahun 2020 dan kembali meningkat di tahun 2021 menjadi 8,60 persen. Demikian pula dengan tingkat pengangguran terbuka yang menyentuh angka 9,97 persen.
“Selama pandemi, angka kemiskinan di Kabupaten Tegal memang bertambah, meski masih tergolong sepuluh besar terendah di Jawa Tengah. Akan tetapi, pengangguran kita ini cukup tinggi. Artinya, sebagian warga pengangguran kita tidak miskin dan mereka masih memilih jenis usaha atau pekerjaan yang tepat dengan upah atau gaji yang pantas. Kiranya ini yang menjadi tantangan kita ke depan,” kata Umi pada acara refleksi tahun ketiga kepemimpinan Bupati Tegal Umi Azizah dan Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie periode 2019-2024 yang digelar di Pendapa Amangkurat, Sabtu (8/1) lalu.
Melalui kebijakan yang memberikan kemudahan berinvestasi dan berusaha diharapkan pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya padat karya akan meningkat dan lapangan kerja baru pun akan terbuka lebih luas, termasuk peluang berwirausaha di kalangan pemuda dan usaha mikro, kecil dan menengah.
Pada acara yang dihadiri unsur legislatif, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku usaha, tokoh masyarakat hingga pimpinan organisasi kemasyarakatan itu, Umi menuturkan, Pemkab Tegal berupaya agar pandemi tidak semakin memperburuk kesejahteraan masyarakatnya, diantaranya mengimplementasikan program jaring pengaman sosial.
Tercatat, sepanjang 2021, sebanyak 974.124 jiwa penduduk di Kabupaten Tegal masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos RI sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah pusat, termasuk bansos dari Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Tegal.
“Tahun 2021 lalu kita alokasikan bansos dari APBD Kabupaten senilai Rp 3,37 miliar. Dana tersebut untuk bantuan sembako beras sebanyak 3.132 paket, termasuk untuk pasien Covid-19 dan program jaminan hidup lansia sebanyak 666 jiwa selama satu tahun,”terang Umi.
Adapun indikator pembangunan Kabupaten Tegal yang mengalami peningkatan, yakni indeks pembangunan manusia (IPM) sebanyak 0,4 point di angka 68,79.
Dari penggunaan APBD Kabupaten Tegal 2021 senilai Rp 2,96 triliun, realisasi belanja sejumlah pos anggaran yang memiliki dampak langsung ke masyarakat cukup tinggi. Ia mencontohkan belanja modal infrastruktur seperti jalan, jaringan dan irigasi mencapai Rp 142,3 miliar atau 92,4 persen dari pagunya senilai Rp 154 miliar. Termasuk belanja hibah yang realisasinya mencapai 94 persen atau Rp 66,6 miliar dan belanja bantuan sosial yang mencapai 97,35 persen atau sekitar Rp 3,3 miliar.
Sementara itu, selain menangani pandemi Covid-19, dari sisi pembangunan kesehatan juga diarahkan untuk menekan kasus kematian bayi dan menurunkan kasus gizi buruk pada balita.
“Alhadulilla di tahun 2021 lalu angka kematian bayi kita turun menjadi 5,05 dibandingkan tahun sebelumnya yang di angka 6,9. Begitu pula dengan kasus stunting juga mengalami penurunan menjadi 12,18 persen di tahun 2021. Angka ini lebih rendah dari rata-rata di Jawa Tengah yang masih di angka 20 persen,” ujarnya.
Selain itu, sambung Umi, Sepanjang tahun 2021, Pemkab Tegal juga telah memfasilitasi pembayaran bantuan iur program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat kepada 68.533 orang penerima manfaat dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Tak hanya itu, meski terjadi realokasi sumber daya keuangan daerah untuk penanganan pandemi, sejumlah kegiatan pembangunan infrastruktur khususnya jalan juga telah berhasil dilaksanakan, antara lain pemeliharaan ruas jalan Banjaran-Balamoa dan Yamansari-Babakan.
Selain itu, ada pula peningkatan jalan ruas Jatibogor-Kertasari meskipun belum 100 persen tuntas. Lalu ruas Babadan-Warureja serta Sigedong-Sawangan yang semua nilainya cukup besar.
“Pada tahun 2021, rasio jalan mantap di Kabupaten Tegal mencapai 82,74 persen atau masih menyisakan 17,26 persen jalan tidak mantap dalam kondisi rusak ringan maupun rusak berat,” jelasnya.
Umi juga menyampaikan, selama 2021 Pemkab Tegal mendapat tujuh penghargaan dari kementerian dan lembaga . Salah satu diantaranya adalah Anugerah Innovative Government Award (IGA) 2021 dari Kementerian Dalam Negeri RI.
Umi berharap ajang refleksi tahun ketiga ini bisa menjadi penanda kebersamaan dirinya bersama masyarakat Kabupaten Tegal untuk menghadirkan kebaikan dan kebahagiaan masyarakat Kabupaten Tegal menuju tatanan yang lebih sejahtera, mandiri, unggul, berbudaya dan berakhlak mulia.(T04-Red)

BERITA LAINNYA