Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/smpaedua/public_html/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1164

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/smpaedua/public_html/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1165

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/smpaedua/public_html/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1166

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/smpaedua/public_html/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1177
Take a fresh look at your lifestyle.

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/smpaedua/public_html/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1164

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/smpaedua/public_html/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1165

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/smpaedua/public_html/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1166

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/smpaedua/public_html/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1177

Paket Mencurigakan Gegerkan Warga Slawi

225
  • Tim Penjinak Bom Diterjunkan

SLAWI- Sebuah paket  mencurigakan ditemukan warga di depan rumah dokter yang membuka praktek di Jalan KS Tubun 14, Kelurahan Pakembaran, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (24/7).

Paket  dibungkus rapat menggunakan kardus berwarna coklat berbentuk segilima dan diikat  lakban coklat ditemukan di dekat pintu gerbang rumah tersebut.

Darmadi (62) pemilik rumah mengatakan, dirinya mengetahui keberadaan paket tersebut sekitar pukul 07.15 setelah diberitahu istrinya, Titiek Sumarni.

Titiek yang membuka praktek dokter tak menaruh curiga terhadap paket tersebut. Dia mengira itu barang tersebut milik pasiennya yang tertinggal.

“Saat itu istri saya pulang belanja dan melihat ada  bungkusan di dekat pintu gerbang rumah. Kami mengira itu barang milik pasien yang tertinggal. Lalu bungkusan yang tadinya menempel di tembok, saya geser agar mudah terlihat oleh pemiliknya,”terang Darmadi.

Darmadi menyebutkan, dirinya sempat mengecek bungkusan yang menurutnya memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Dia melihat kardus diikat erat dengan lakban dan ada tulisan Rambo.

Tak hanya dirinya yang mengecek benda tersebut, tetapi juga penjual bubur di depan rumahnya sempat menggoyang-goyang bungkusan tersebut .

Penemuan paket  mencurigakan langsung ditindaklanjuti oleh polisi dengan mengamankan lokasi . Lokasi penemuan berjarak sekitar 300 meter dari Mapolres Tegal.

Polisi sempat memasang garis polisi di lokasi tersebut, namun garis polisi tersebut dilepas kembali, karena polisi khawatir akan membuat warga panik.

Sekitar pukul 10.30 Tim Penjinak Bom Detasemen Pelopor B Brimob Pekalongan tiba di lokasi  untuk melakukan identifikasi dan disposal atau proses pemusnahan bahan peledak atau sejenisnya agar tidak bisa digunakan kembali.

Disposal dilakukan sekitar pukul 10.40. Seorang anggota jibom menggunakan pakain khusus  memasang alat disruptor atau alat untuk menceraiberaikan paket yang dicurigai.

Selanjutnya paket tersebut diledakkan. Bunyi ledakan mengagetkan warga.  Selama disposal berlangsung, arus lalu lintas di Jalan KS Tubun ditutup.

Hasil identifikasi Tim Jibom, paket tersebut berisi benda seperti alas sarang burung, kertas koran, kardus dan lakban.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto mengatakan, disposal dilakukan karena pihaknya tidak mau menganggap remeh penemuan paket mencurigakan di depan rumah warga.

“Hasil identifikasi, tidak ada bahan peledak atau bahan berbahaya dalam bungkusan tersebut. Hanya berisi alas sangkar burung,”terang Dwi Agus.

Dwi Agus membenarkan paket tersebut tidak mencantumkan nama pengirim maupun alamat orang yang dituju.

Polisi saat ini  melakukan penyelidikan siapa pengirim paket atau orang yang meletakkan paket tersebut sekaligus motifnya.

Menurut Dwi Agus, kasus seperti ini merupakan pertama kali sejak tahun 2018. Dia mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Tegal agar tidak panik dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. 

(Sari/ red38)

BERITA LAINNYA