Take a fresh look at your lifestyle.

OPD Didorong Menuju Peradaban Baru

149

SLAWI- Pemerintah Kabupaten Tegal mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berbenah menuju peradaban baru  di era new normal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono mengatakan, paradigma OPD terutama dalam melayani publik harus berubah menuju mutu pelayanan publik.

“Mutu pelayanan ada dua, mutu pelayanan teknis sesuai tupoksi OPD dan mutu pelayanan (non teknis). Harus ada protokol kesehatan Covid-19, harus ada lingkungan sehat (K3) dan menuju keselamatan kerja PNS, petugas di OPD,”jelas Joko saat mendampingi Bupati Tegal ,  Umi Azizah , meninjau pelaksanaan protokol kesehatan di Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Perkimtaru) Kabupaten Tegal,Selasa (9/6) .

Hasil pantauan di sejumlah OPD yang dilakukan sejak beberapa hari, menurut Joko, perlu kerja keras untuk menerapkan  protokol kesehatan.

“Memang dari pantauan ini kita perlu kerja keras. Kita inventaris permasalahannya. Ada dua permasalahan, yakni permasalahan yang harus  bisa ditangani oleh OPD dan permasalahan yang harus dibantu Pemda (anggaran),bagaiman menciptakan blueprint, desain, denah,  baik secara SDM maupun kantor yang  benar-benar representatif untuk pelayanan publik,”tuturnya.

Beberapa yang perlu dilakukan perbaikan, kata dia, diantaranya adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan di OPD, seeprti cara cuci tangan, sehingga mendorong gerakan sehat dan pelayanan meningkat.

Joko menambahkan, pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya perubahan sosial dan paradigma teknologi. Pegawai diharapkan bisa menguasai teknologi .

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tegal, Umi Azizah beserta Sekda, Asisten Administrasi Umum, Edi Budiyanto, Kepala BKD, Retno Suprobowati dan Kepala Inspektorat, Prasetiwan mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di Dinas Perkimtaru.

Dinas tersebut telah menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan air mengalir dan sabun di depan kantor dan di depan masing-masing ruangan, menyediakan petugas pemeriksa suhu tubuh pengunjung, melakukan jaga jarak saat antri absensi, dan pegawai telah mengenakan masker dan face shield.

Saat melihat tempat cuci tangan , Bupati menyarankan agar tempat cuci tangan di depan kantor bisa diperbaiki sehingga air bekas cuci tangan bisa langsung dibuang.

Selain itu, bupati juga menyarankan agar di depan ruangan tidak perlu disediakan tempat cuci tangan dan serbet. Serbet hendaknya diganti dengan tisu dan tempat cuci tangan  berupa galon air bisa diganti dengan hand sanitizer.

“Serbetnya bisa diganti tisu, air cuci tangan diganti hand sanitizer, karena di depan kantor sudah ada tempat cuci tangan,”sebutnya.

Dari Dinas Perkimtaru, rombongan melanjutkan pemantauan di Dinas Pekerjaan Umum.

Plt Kepala Dinas Perkimtaru , Budi Eko menyampaikan,  pihaknya telah protokol kesehatan di lingkungan Dinas Perkimtaru. Seluruh pegawai diwajibkan memakai masker dan setiap masuk kerja dilakukan pengecekan suhu tubuh.

Pegawai juga menerapkan physical distancing saat melakukan absensi. “Untuk absen kaena pegawai ada 231 orang, maka dilakukan jaga. Agar tidak telat, agar datang lebih pagi,”tuturnya.

Terkait dengan tempat cuci  tangan, pihaknya segara melakukan perbaikan dengan membuat tempat cuci tangan permanen di luar kantor, sedangkan di depan setiap ruangan kerja akan disediakan hand sanitizer. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA