Take a fresh look at your lifestyle.

Oknum Guru Nekat Bobol Toko Sembako, Terdesak Ganti Uang Tabungan Siswa

- Tertangkap dan Babak Belur Dimassa

607

BREBES – Seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), nekat membobol sebuah toko sembako di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Minggu malam (3/5). Ia mencuri lantaran terdesak mengganti uang tabungan milik para siswa, karena dipakai untuk kepentingan pribadinya.

Namun aksi guru itu harus berakhir dibalik jeruji ruang tahanan Mapolres Brebes. Ini lantaran aksinya kepergok pemilik toko, dan babak belur dimassa warga. Pelaku adalah Wiyandi (43), warga Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Polisi yang mendapat laporan warga, langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke RSUD Brebes untuk mendapatkan perawatan.

Pemilik Toko Sembako, Hanif Muqofin (42) menurutkan, aksi pencurian di toko miliknya terjadi sekitar pukul 18.16. Saat itu dirinya tengah menunaikan shalat magrib. Namun terdengar suara congkelan pintu toko yang berada di depan. Lantaran curiga, usai shalat mengecek dan mendapati pelaku sudah berada di dalam toko. Melihat aksinya diketahui, pelaku justru menyerangnya dengan senjata tajam dan linggis. Namun dirinya meminta tolong warga, sehingga pelaku berhasil ditangkap dan babak belur dimassa warga. “Pelaku ini masuk dengan mencongkel pintu samping toko. Saat itu saya sedang sholat magrib,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, pelaku diketahui sebagai guru SD yang berstatus PNS. Pelaku mengajar di salah satu SD di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, dan menjabat juga sebagai guru wali kelas. “Pelaku ini tertangkap tangan saat mencuri di toko sembako, dan dimassa warga. Anggota kami yang menerima laporan langsung cek lokasi dan mengamankan pelaku,” katanya.

Saat diperiksa, lanjut Kasat, tersangka mengaku mencuri karena terdesak untuk mengganti uang tabungan siswa, yang telah dipakainya untuk kepentingan pribadi. Sebelum beraksi, pelaku ternyata sudah mengawasi dan mengamati toko yang menjadi sasarannya selama seminggu. Bahkan, pelaku juga mengikuti shalat tarawih di masjid dekat toko yang akan disasarnya. “Saat pelaku beraksi ini, ketahuan pemilik toko karena mendengar suara pintu seperti dicongkel. Sehingga dicek dan diketahui pelaku berada di dalam toko korban,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, sepeda motor pelaku, pisau dan linggis. “Akibat perbuatannya ini, pelaku terancam hukuman penjara selama 9 tahun,” tandasnya.

Di depan penyidik, Pelaku Wiyandi (43) menuturkan, dirinya nekat mencuri karena terdesak untuk mengganti uang tabungan siswa di sekolahnya sebesar Rp 60 juta. Uang tabungan tersebut akan dibagikan ke siswa pada bulan Mei ini. “Saya binggung, harus mengganti uang tabungan siswa yang saya pakai sebelumnya,” tutur dia.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA