Take a fresh look at your lifestyle.

New Normal, PKB Kabupaten Tegal Minta Perhatikan Pesantren

350

SLAWI – PKB Kabupaten Tegal meminta kepada Pemkab Tegal untuk memperhatikan pondok pesantren seiring rencana pemerintah menerapkan tatanan hidup baru atau new normal selama masa pandemi Virus Korona. Bentuk perhatian Pemkab dengan mengalokasikan anggaran untuk dunia pendidikan di pondok pesantren.

“Pemerintah harus mulai memikirkan dan memperhatikan untuk alokasi anggaran khusus yang bersumber dari APBD untuk pondok pesantren. Kita harus membahas secara bersama antara eksekutif dan legislatif,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Fatoh, Kamis (28/5/).

Dikatakan, saat ini kondisi sarana dan prasarana pondok pesantren, sebagian besar belum memenuhi standar kesehatan Covid-19 untuk menjalankan konsep new normal. Oleh karena itu, alokasi anggaran diperlukan untuk membantu pesantren dalam pengadaan pusat kesehatan beserta tenaga dan alat medis, serta sarana standar yang memenuhi protokol Covid-19. Kemudian, wastafel portabel, penyemprotan disinfektan, rapid test, hand sanitizer dan masker serta penambahan ruangan karantina atau isolasi mandiri sesuai standar Covid-19 di masa kenormalan baru. Selanjutnya, pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan dan ekonomi pesantren untuk santri yang kembali ke pesantren minimal selama 14 hari untuk mengikuti isolasi mandiri.

“Kemenag dan Dikbud juga harus membantu dunia pendidikan pesantren dengan digitalisasi,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut dia, ketahanan pangan dan ekonomi pesantren untuk santri yang kembali ke pesantren minimal selama 14 hari juga harus dibantu pemerintah.

“Penyediaan sarana dan prasarana belajar yang sesuai standar new normal, juga harus disiapkan oleh Dikbud dan Kemenag, termasuk di dalamnya digitalisasi proses belajar mengajar di pesantren,” kata dia. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA