Take a fresh look at your lifestyle.

Nelayan Tegal Diimbau Tak Mudah Terprovokasi

150

* Hari Pertama Kerja Wakapolres Tegal Kota

TEGAL – Nalayan di Kota Tegal, diimbau agar tak mudah terprovokasi dengan berita hoaks, demi keamanan diri dan lingkungannya. Hal itu berkait dengan perkembangan berbagai jenis media sosial yang sangat cepat diakses semua orang.

Hal itu ditegaskan Wakapolres Tegal Kota yang baru, Kompol Joko Wicaksono SSTPi, disela-sela kunjungan di tengah-tengah nelayan yang sibuk mengemasi hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Tegal, Senin (30/9).

”Kita harus cermat, selektif dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang diperoleh. Baik lewat WhatsApp (WA), Twitter, Instagram, Face Book maupun Blog. Cek dulu kebenarannya ke pihak yang dinilai tahu. Seperti Ketua RT, Ketua RW, pihak kelurahan, atau tanyakan ke kami,” ucap dia.

HASIL TANGKAPAN : Wakapolres Tegal Kota Kompol Joko Wicaksono SSTPi di hari pertama kerjanya, blusukan ke Pelabuhan Tegal, melihat ikan hasil tangkapan nelayan yang siap dijual di TPI Pelabuhan Tegal.(Foto : smpantua.com/Riyono Toepra-red07)

Di hari pertama kerja di Polres Tegal Kota, memang sengaja dilakukan dengan blusukan di Pelabuhan Tegal, yang hari itu tengah ramai dengan bersandarnya kapal pencari ikan. Kemudian banyak nelayan yang mengangkut hasil ikannya ke TPI Pelabuhan untuk menjualnya.

Mantan Kabag Ops Polres Tegal (Kabupaten Tegal) itu, memang seperti sudah tak canggung lagi bergaul dengan nelayan. Karena sejak berdinas di Kabupaten Tegal, juga sering berdialog dengan nelayan. Khususnya nelayan kapal ikan kecil di Larangan dan Surodadi.

Komunikasi Penting

Menurut dia, komunikasi dengan nelayan sangat penting. Apalagi Kota Tegal disebut sebagai Kota Bahari, dan masyarakatnya sebagian besar selain bertani dan membuka berbagai jenis usaha bisnis, juga banyak yang menjadi bermata nelayan.

Dia juga mengingatkan nelayan, maupun ABK, Nahkoda, juru mesin, dan pemilik kapal untuk membantu tugas Polres Tegal Kota dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Antara lain, menurut dia, dapat ditunjukkan dengan cepat menginformasikan kepada personel polisi terdekat atau yang dikenalnya, bila mengetahui ada tindak pidana. Selain sebagai upaya pencegahan, juga agar penanganannya dapat cepat dilakukan.

Dia mencontohkan kasus curanmor, jambret, copet atau begal. Berdasarkan informasi yang telah diterimanya, beberapa waktu sebelumnya pernah terjadi kasus pembegalan dengan sasaran pemilik kapal. Atau kasus curanmor. Bila mengetahui dua kasus itu, diimbau untuk cepat melapor.

Laporan dapat dilakukan korban maupun warga yang melihatnya. Jangan sampai laporan disampaikan ketika korban sudah tak menemukan kendaraan yang dicurinya, atau pelaku begal telah lama kabur. ”Sebaiknya secepatnya laporan ini dilakukan. Agar personel resmob atau reserse yang bertugas dapat cepat menanganinya,” imbau dia.

Hal lain yang dia tegaskan adalah, melanjutkan apa yang sudah dilakukan pejabat lama Kompol Davis Busin Siswara SIK. Menurut dia, dan sesuai apa yang disampaikan Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi, kinerjanya layak dijadikan contoh.

Sebab selain banyak dicintai dan dihormati anak buahnya, juga masyarakat lainnya. ”Hal-hal baik yang sudah dilakukan pejabat lama, akan kami teruskan dan ditingkatkan kualitasnya,” ucap dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA