Take a fresh look at your lifestyle.

Nasib Proyek Jembatan Wanacala, “Putus Cinta Atau CLBK”

- Hingga Kini Belum Selesai Dikerjakan

BREBES, smpantura.com – Proyek perbaikan Jembatan Wanacala, Desa Wanacala, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, hingga Desember ini tak kunjung selesai dikerjakan. Padahal sesuai kontrak kerjanya, pekerjaan itu harus sudah selesai pada November lalu. Proyek perbaikan jembatan ini, apakah akan di putus cinta (kontrak-red) atau tetap CLBK (dilanjutkan dengan perpanjangan kontrak dan dikenai denda-red). Nasibnya akan ditentukan pada rapat yang akan dilaksanakan dinas terkait, Selasa (7/12/2021).

“Untuk nasib proyek Jembatan Wanacala ini, akan kami tentukan pada rapat Selasa (7/12/2021) mendatang. Apakah akan kami “putus cinta” atau tetap “CLBK”, nanti liat hasil rapatnya,” tandas Andriyani, Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Administrasi Pembangunan, Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Brebes, Jumat (3/12/2021).

Dia mengatakan, pekerjaan itu memang hingga kini belum selesai. Mestinya kalau mengacu kontrak sudah harus selesai pada November lalu. “Kalau melihat kontraknya harus sudah selesai bulan kemarin (November-red),” terangnya.

Kepala Desa Wanacala Teguh Setiawan mengungkapkan, akibatnya belum selesainya perbaikan jembatan tersebut, aktivitas warga di empat desa terganggu. Yakni, di Dukuh Pengilon, Desa Wanatawang, Desa Cenang, Desa Gegerkunci dan Desa Songgom Lor. Mereka saat ini terpaksa harus memutar hingga sejauh 3 km untuk menuju pusat kota. “Perbaikan jembatan penghubung ini, bagi kami sangat mendesak untuk aktivitas masyarakat,” katanya.

Menurut dia, jembatan itu rusak akibat badan jembatan ambruk, karena tergerus longsor saat Sungai Cilik meluap. Proyek penyelenggaraan jalan kabupaten-kota tersebut, di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes. “Kalau melihat papan proyeknya, tertulis waktu pekerjaan 120 hari. Nilai kontraknya, Rp 421.890.000 dengan pelaksana CV Rio Jaya Abadi. Tapi, sampai sekarang belum selesai juga,” ungkapnya.

Sebagai penerima manfaat, lanjut dia, pihaknya sangat berharap perbaikan jembatan bisa segera diselesaikan. Terlebih, jembatan tersebut menjadi akses utama sebagai penghubung antara pedukuhan di Desa Wanacala. “Masyarakat kami sangat mengharapkan pengerjaan jembatan ini bisa selesai, mengingat saat ini sudah bulan Desember (akhir tahun-red),” sambungnya.

Tahroni (35) salah seorang pekerja yang juga warga Desa Wanacala mengaku, proses perbaikan jembatan sempat berhenti sekitar 2 bulan sejak Agustus lalu. Setelah pondasi jembatan dibangun tiga kali, tetapi rusak karena tergerus debit sungai, dan pekerjaan berhenti. “Sejak 3 kali pondasi tergerus, proyek sempat berhenti. Baru lanjut kerja lagi dua minggu terakhir ini,” pungkasnya. (T07-red)

BERITA LAINNYA