Take a fresh look at your lifestyle.

Menyoal Bansos Sopir dan Seniman Datangi Dinsos

176

PEMALANG – Awak angkutan umum, sopir dan kernet serta pekerja seni di Kabupaten Pemalang mendatangi Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berenca Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPLBPPPA), kemarin. Mereka didampingi LSM Gereh Pethek menyoal masalah bantuan sosial (Bansos).

 

Koordinator aksi, Andi Rustono mempertanyakan adanya bantuan sosial sebungkus sembako, bantuan tunai uang Rp 600.000 dan Rp 300.000. Berapa hari bantuan itu akan mencukupi kebutuhan hidup. Kemudian bagaimana melakukan pendataan yang akurat agar anggaran bantuan-bantuan tersebut dapat tepat sasaran serta tidak ditemukan adanya pelanggaran.

 

“Sedangkan data yang sudah kami berikan ke pihak Dinsos malah diabaikan dan cenderung tidak diurus,”kata Andi.

 

Menurut Andi dirinya dimintai data, lalu dia berikan, lantas Dinsos mengabaikan. Maka kata dia Dinsos harus mampu melihat kenyataan, bukan hanya pada saat pandemi Covid-19 sekarang ini. Jauh hari sebelumnya sudah ada kenyataan banyak orang mampu menerima bantuan Program Keluarga Harapa (PKH) sedangkan orang miskin terabaikan.

 

“Mestinya Dinsos harus bisa bertindak dan mengambil keputusan, bukan diam
melihat kenyataan yang ada dengan dalih dan alasan prosedur,”ujarnya.

 

Dalam aksi tersebut Andi juga menyoal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai dari mahalnya harga komoditas sampai oknum perbankan yang ikut bermain dalam penyaluran BPNT.

TEMUI DEMONSTRAN : Kepala Dinsos PPKBPPA menemui demonstran yang menyoal Bansos di ruang pertemuan Dinsos(SMpntura.com/Ali Basarah)
TEMUI DEMONSTRAN : Kepala Dinsos PPKBPPA menemui demonstran yang menyoal Bansos di ruang pertemuan Dinsos(SMpntura.com/Ali Basarah)

Perwakilan awak angkutan, pekerja seni dan LSM selanjutnya masuk ke ruang pertemuan Dinsos. Mereka ditemui Kepala Dinsos PPKBPPPA Slamet Masduki dan Kepala Bakesbangpol Sujarwo.

Slamet Masduki mengatakan dirinya akan memperhatikan aspirasi tersebut. Untuk masalah Bansos ini lanjut Slamet pemerintah desa dan keluarga penerima manfaat sudah bisa membuka rekening di Bank Jateng.

“Saya juga akan mengawal persoalan ini,”ujar Slamet.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA