Take a fresh look at your lifestyle.

Melindungi Pelaku UMKM, OJK Berikan Stimulus Pembayaran Utang

197

TEGAL – Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat namun juga berpengaruh terhadap perekonomian global maupun nasional. Salah satunya berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja dan kapasitas debitur, sehingga berpotensi mengganggu kinerja industri jasa keuangan dan stabilitas sistem keuangan yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi.

Untuk merespon hal tersebut, OJK telah mengeluarkan beberapa stimulus keuangan untuk industri perbankan melalui penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 yang berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021. Melalui kebijakan stimulus ini, perbankan memiliki pergerakan yang lebih luas sehingga pembentukan kredit macet dapat terkendali dan memudahkan memberi kredit baru kepada debiturnya.

“Diharapkan bank dapat mengidentifikasi dan memberikan perlakuan khusus bagi debitur, termasuk debitur UMKM yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada bank akibat terdampak Covid-19 baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto.

Dikatakan, stimulus lain yakni bank dapat melakukan restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak Covid-19, termasuk UMKM yang menyebabkan adanya tunggakan pembayaran angsuran, dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi tanpa batasan plafon kredit.

“Saya harap perbankan baik bank umum maupun BPR/S di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan dapat menerapkan POJK ini. Sesuai dengan arahan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, penerapan POJK ini harus dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai adanya mekanisme pemantauan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan. Sebagai tambahan, kredit atau pembiayaan BPR/S yang direstrukturisasi akibat dampak Covid-19, dikecualikan dari penerapan perlakuan akuntansi restrukturisasi kredit/pembiayaan,”ujar Ludy Arlianto.

OJK juga memberikan stimulus perekonomian di bidang industri keuangan non bank dengan melonggarkan ketentuan kewajiban pembayaran di perusahaan pembiayaan. Relaksasi tersebut antara lain, Penundaan pembayaran untuk pembiayaan yang berkaitan dengan skema chanelling dan joint financing yang berkaitan dengan perbankan, dan metode executing antara perusahaan pembiayaan yang mendapat kredit dari perbankan, akan dilakukan dengan mekanisme restrukturisasi sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020.

Sedangkan untuk bidang pasar modal, lanjut dia, berbagai instrumen kebijakan pasar modal telah diterapkan OJK melalui Bursa Efek Indonesia seperti pelarangan short selling dan pemberlakuan auto rejection serta halt trading. OJK juga telah melonggarkan batas waktu penyampaian laporan dan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bagi pelaku industri pasar modal dan memberikan kemudahan melakukan buy back saham tanpa melakukan RUPS terlebih dahulu.

“Untuk mencegah penyebaran virus corona, telah dilakukan pembatasan kegiatan pelayanan bagi konsumen dan masyarakat. Bagi konsumen yang ingin konsultasi lisan (walk in) dapat menghubungi Kontak OJK 157 melalui telepon 157, email konsumen@ojk.go.id, maupun Whatsapp di nomor 081-157-157-157. Bagi debitur atau masyarakat yang ingin mengetahui riwayat kreditnya, dapat melakukan permintaan Informasi Debitur Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) secara online dengan mengisi formulir antrian di alamat https://konsumen.ojk.go.id/MinisiteDPLK/Registrasi,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA