Take a fresh look at your lifestyle.

Mbah Denan dan Wasri Menunggu Bantuan Pemerintah

- Terkait Bantuan Warga Terdampak Covid 19

170

DI salah satu pemukiman yang berada di wilayah RT 8 RW 2, Dukuh Kaibahan, Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, berdiri rumah gubug dengan ukuran panjang sekitar 10 meter dan lebar 6 meter, bertembok anyaman bambu dan beralaskan tanah liat. Rumah yang boleh dibilang cukup memprihatinkan ini dihuni oleh pasangan lansia yakni Mbah Denan (75) dan Wastri (60). Untuk mencukupi kehidupannya, semula sang suami menjadi buruh tani yang dibantu istrinya.
Namun sudah hampir setahun lamanya, Mbah Denan menderita sakit nafas sehingga sudah tak bisa beraktifittas kembali. Kemudian istrinya lah yang menggantikannya bekerja sebagai buruh tani yakni menanam padi dan menjemur gabah. Hasil dari kerja kerasnya berupa upah dalam bentuk beras sebanyak tiga piring.
Di tengah pandemi covid 19, pemerintah pusat telah mengagendakan memberikan bantuan sembako maupun uang kepada warganya yang terdampak wabah tersebut. Khususnya kedua lansia, oleh pemerintah desa setempat mendapat jatah bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun sampai sekarang, mereka belum mendapatkannya karena memang jatahnya belum turun sehingga harus menunggu.
”Kami memang belum mendapatkan bantuan uang, kecuali sembako yang belum lama ini diberikan oleh pemrintah desa Kaibahan, Kesesi,” ujar Wasri saat didatangi pasangan suami istri yang juga anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra – Sinantha, tadi siang.
Meski hanya mendapatkan sembako dari pemerintah desa setempat, hal itu tetap disyukurinya. Sebab nanti akan mendapatkan bantuan dari pemerintah Provinsi Jateng yang belum diketahui kejelasannya, apakah berupa sembako atau uang. Dia berharap, bantuan bisa benar benar terealisasikan seperti warga lainnya sehingga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Sementara itu, Candra Saputra yang didampingi istrinya menjelaskan kedatangannya ke rumah Mbah Denan karena informasinya belum mendapatkan bantuan sema sekali dari pemerintah. Sebagai wakil raykat, dia merasa terpanggil guna membantu warganya yang benar-benar membutuhkan. Apalagi setelah datang dan menyaksikan sendiri rumah lansia tersebut, Candra benar-benar merasa prihatin.
Setelah berbincang-bincang dengan Camat Kesesi, Ajid Suryo dan kepala desa setempat yang ikut mendampinginya, akhirnya mengetahui kebenaran informasi tersebut. Dalam hal ini, sambil menunggu jatah bantuan dari Provinsi Jateng pemerintah desa setempat berpartisipasi memberikan sembako kepada kedua oran tua itu. Kemudian melalui istrinya, Candra juga menyumbang uang yang dimasukan ke amplop kepada Mbah Denan dan Wastri.
”Dengan adanya kejadian ini, perlu adanya evaluasi soal pendataan warga yang mendapatkan jatah bantuan terdampak covid 19,” tandasnya.
Utamanya adalah pendataan untuk warga yang mendapatkan bantuan harus sudah diperbaharui sehingga bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Paling tidak, siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan, khususnya yang terdampak wabah virus corona akan bisa sampai kepada yang berkah menerima.
Camat Kesesi menambahkan, selama ini dalam penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak covid 19 sudah dipilah-pilah. Misalnya mereka yang menapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST), lalu pemerintah setempat, kemudian pemerintah Porovinsi Jateng, Kemsensos, dan lain-lain sudah terdata. Dengan demikian, pembagian bantuannya merata sesuai dengan jatahnya masing-masing.
Ajid membenarkan apa yang dikatakan Candra, bahwa untuk pendataan warga yang menerima bantuan harus diperbaharui. Sebab data yang sebelumnya belum tentu sama dengan yang sekarang, misalnya nama orang yang sudah meninggal ternyata masih tercatat dalam data yang lama. Namun secara keseluruhan, pihak Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan akan berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak wabah virus corona. (Moch Achid Nigroho- )

BERITA LAINNYA