Take a fresh look at your lifestyle.

Masyarakat Dilarang Terbangkan Balon Udara Liar

193

PEKALONGAN- Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav) Indonesia Semarang mengimbau masyarakat Kota Pekalongan mematuhi regulasi tentang larangan penerbangan balon udara secara liar.

General Manager Airnav Indonesia Semarang, Mi’wan Muhammad Bunay mengatakan, balon udara tradisional yang akan diterbangkan wajib ditambatkan. Meskipun, pada masa pandemi corona saat ini, lalu lintas pesawat terbang tengah sepi. Dan, Festival Balon Udara Tradisional yang biasanya diselenggarakan pada tradisi syawalan atau tujuh hari setelah Lebaran tahun ini ditiadakan.

“Kami berharap, masyarakat tetap menjalankan regulasi. Jangan memanfaatkan traffic (lalu lintas) pesawat yang sepi, tapi malah penerbangan balon udara merajalela. Kepatuhan terhadap regulasi harus tetap ada,” tegasnya usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Penerbangan Balon Ilegal bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Rabu (27/5).

Menurut dia, sebelum adanya pandemi corona, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pencegahan penerbangan balon udara ilegal atau tidak ditambatkan yang tidak sesuai regulasi. “Penerbangan balon udara ada prosedurnya, ada SOP-nya,” sambungnya.

Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat. Pasal III disebutkan, penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat wajib ditambatkan. Adapun ketentuan penerbangan balon udara, di antaranya ketinggian paling tinggi 150 meter dari permukaan tanah.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan tersebut. Sebab, jika melanggar, sanksinya sangat berat. “Sanksinya sangat berat. Penjara dua tahun dan denda maksimal Rp 500 juta,” tegasnya.

Terkait hal ini, Wakil Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, Pemkot Pekalongan telah mengeluarkan surat edaran tentang larangan penerbangan balon udara liar. Pemkot, lanjut dia, sudah berkoordinasi dengan komunitas balon udara yang ada di Kota Pekalongan.

“Meskipun tidak ada Festival Balon Udara secara resmi seperti yang sudah dua tahun diselenggaraan, balon liar tidak boleh diterbangkan. Larangan ini harga mati. Karena berbahaya,” pesannya.

Ia meminta kepada masyarakat apabila menjumpai balon udara yang akan diterbangkan secara liar agar melaporkan kepada aparat. “Kami butuh masukan atau laporan dari masyarakat. Apabila di tempatnya masih membuat balon dan siap diterbangkan agar melaporkan ke Satpol,” tambahnya. (K30)

BERITA LAINNYA