Take a fresh look at your lifestyle.

Masuk Sekolah, Fikri Fakih : Pastikan Kurva Sudah Capai Titik Kulminasi

173

TEGAL – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR H Abdul Fikri Faqih mengatakan, membuka kembali sekolah di masa pandemi bukanlah perkara mudah. Selama Covid-19 belum benar-benar hilang atau kurva masih belum landai, masuk sekolah terlalu berisiko.

“Zona hijau sekalipun tidak bisa menjadi acuan untuk membuka sekolah. Karena pergerakan masyarakat sangat dinamis. Terlebih batas antara zona merah dan hijau sangat dekat. Belum lagi sampai saat ini penetapan standar zona merah masih belum jelas,” ungkapnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencontohkan, Kota Tegal yang telah menjadi zona hijau dan sudah menerapkan new normal, tetapi belum sepenuhnya aman. Mengingat di daerah tetangga seperti Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang masih berstatus zona merah.

Ditegaskan dia, tidak ada yang bisa menjamin semua pergerakan orang itu terpantau. Pada tatanan new normal, masyarakat sangat leluasa bergerak lintas zona. Meski di beberapa tempat publik seperti rumah makan, pusat perbelanjaan dan perkantoran telah menerapkan standar protokol kesehatan, tetapi pergerakan orang tidak dapat dikendalikan, kecuali dengan kesadaran.

“Terkait dengan sekolah, Pemerintah bisa belajar dari pengalaman negara-negara lain, setelah kembali membuka kegiatan belajar mengajar, sekolah justru menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Jangan sampai itu terjadi di sini,” katanya.

Menurut Fikri, opsi belajar dari rumah atau (BDR) masih menjadi pilihan yang paling memungkinkan dilakukan saat ini. Dimana keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan BDR.

Hal tersebut tertuang dalam SE Seksjen Kemendikbud Nomor 15 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, yang memperkuat SE sebelumnya, yakni SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

“Sampai kapan BDR ini berlangsung? Sampai kurva mencapai titik kuliminasi, jumlah kasus sudah mengalami penurunan dan semua pihak sudah sepakat karena dilibatkan dalam pengambilan keputusan bersama,” tandasnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA