Take a fresh look at your lifestyle.

Lima Remaja Jadi Tersangka Tawuran

166

* Kasus Tawuran Tiga Kelompok Remaja di Tegal
* Penyidik Tetap Kedepankan Diversi

TEGAL – Setelah memeriksa belasan saksi, akhirnya pada Selasa (17/9), penyidik di Unit 3 Sat Reskrim Polres Tegal Kota, menetapkan lima remaja menjadi tersangka kasus tawuran tiga kelompok remaja, yang terjadi di Jl Kapten Sudibyo, sekitar pukul 02.00, Minggu (15/9).

Kelima remaja itu, tiga di antaranya berstatus pelajar, dua merupakan remaja putus sekolah dan pengangguran. Tiga pelajar dimaksud, Mdg (16) pelajar SMA swasta, warga Jl Jatisari, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Kemudian Asp (17), pelajar SMA swasta, warga Jl Merpati, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Tersangka ketiga adalah Gp (15) pelajar SMP swasta, warga Jl Puter, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

”Tiga pelajar ini, dan dua remaja putus sekolah, membawa senjata tajam, mengakui terlibat tawuran serta melakukan pembacokan terhadap kelompok remaja lainnya,” terang Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes, melalui Kasat Reskrim AKP Agus Budi Yuwono, Selasa (17/9).

Kasat Reskrim didampingi Kaur Bin Ops Iptu Slamet Sugiharto SH dan Kanit 3 Sat Reskrim Iptu Bambang Waluyo SH mengatakan, dua remaja putus sekolah yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Ar (16) warga Jl Anggrek, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kemudian Ds (16) warga Jl Merpati, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Barang Bukti

AKP Agus Budi Yuwono mengungkapkan, penyidik juga menyita barang bukti berupa sejumlah senjata tajam yang digunakan tersangka dalam tawuran di depan bekas bangunan toko moderen Moro di Jl Kapten Sudibyo.

Barang bukti dimaksud, terdiri atas celurit, badik, parang, pelat besi tebal sepanjang 120 Cm dengan ujung yang runcing, dan gir sepeda motor. Gir itu diikat sabuk warna kuning yang biasa digunakan untuk kelengkapan seragam olah raga bela diri.

Kasat Reskrim menambahkan, penanganan kasus itu, penyidik di Unit 3 Sat Reskrim menerapkan Pasal 80 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, junchto Pasal 351 KUHP.
Melihat pasal yang dikenakan, meski lima tersangka terancam hukuman pidana berat, karena diduga melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, penyidik tetap mengedepankan upaya diversi.

Diversi, kata dia, bukanlah upaya damai antara tersangka dan korban. Tapi upaya pengalihan penerapan hukuman pidana terhadap anak yang terlibat kasus pidana, dengan cara nonformal, tanpa mengabaikan tanggungjawab terhadap pemidanaan anak.

”Dalam upaya diversi, kami juga butuh peran dari orang tua atau keluarga tersangka, agar lima remaja ini tak terlibat lagi atau mengulangi perbuatannya seperti terlibat tawuran,” ucap dia.

Perlu diketahui, aksi tawuran yang melibatkan belasan remaja usia 15 hingga 17 tahun dari tiga kelompok remaja, masing-masing kelompok banyak yang membawa aneka senjata tajam, terjadi di depan bekas bangunan pasar moderen ”Moro”, Jl Kapten Sudibyo, Kota Tegal, sekitar 02.00, Minggu (15/9).

Putus Sekolah

Tiga kelompok remaja yang terlibat tawuran, beberapa masih duduk dibangku sekolah menengah pertama dan atas, serta sejumlah remaja putus sekolah. Mereka diduga berasal dari kelompok Sekelompok Remaja Malam (SRM) dari Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kelompok remajua Warbeh Yang, yang anggotanya banyak dari remaja Kabupaten Tegal.

Kelompok remaja berikutnya adalah Big Family Famous (BFF), yang anggotanya banyak berasal dari remaja wilayah Kelurahan Randugunting, dan Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Saat tawuran, berdasarkan keterangan sejumlah remaja yang diamankan dan beberapa saksi, kelompok remaja SRM dan Warbeh Yang berjumlah sekitar 20 orang. Sedangkan BFF berjumlah 15 orang.

Tawuran itu, diduga persoalan tersinggung dengan geber geberan suara gas sepeda motor, dan ditindaklanjuti dengan saling menangtang berkelahi yang diayunkan lewat media sosial WhatsApp (WA).

Akibat tawuran ketiga kelompok remaja itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ada empat orang diduga terkena sabetan celurit. Tapi penyidik di Unit 3 Sat Reskrim Polres Tegal Kota, baru mengidentifikasi dua orang.

Dari dua korban luka yang teridentifikasi, satu korban terkena celurit di paha kiri. Identitasnya adalah, Ibj (16). Korban diduga remaja putus sekolah, warga Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Korban berikutnya yang teridentifikasi adalah Rw (15). Dia terkena sabetan di bagian rusuk kanan. Tapi tidak parah. Karena korban menggunakan jaket cukup tebal, dan hanya membuat jaketnya robek, serta sedikit luka menggores di bagian kulit luar tubuhnya di bagian rusuk.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA