Take a fresh look at your lifestyle.

Lembah Rembulan, Tempat Mandi Para Bidadari

Peraih Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

161

BOJONG, smpantura.com Wisata Lembah Rembulan di Dukuh Sinusa, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, seolah-olah disembunyikan oleh alam, karena wisata sumber mata air alami itu dikelilingi perbukitan. Pantas saja, masyarakat menganggap bahwa Lembah Rembulan dulunya tempat mandi para bidadari.

Wisata yang diprakarsai Pemerintah Desa Rembul itu, berjarak sekitar 5 kilometer dari obyek wisata air panas Guci. Bahkan, jika para pelancong dari wilayah timur yang melalui jalur Pemalang-Bojong, akan melewati wisata dengan keindahan alamnya itu. Jalan menuju wisata yang berjarak 600 meter dari jalan utama Pemalang-Bojong, bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun, jalan aspal dan sebagian jalan beton itu, masih sangat sempit. Di lokasi wisata, jalan sebagian berbatu dan jalan setapak.

Saat tiba di areal Lembah Rembulan yang luasnya sekitar 3 hektare itu, pengunjung akan disuguhi dengan bukit-bukit yang mengelilingi wisata tersebut. Mata akan dimanjakan dengan pemandangan hijau nan asri dengan udara yang sejuk. Wilayah perbukitan yang merupakan hutan milik Perhutani itu, menambah kenyamanan dalam menikmati suasana Lembah Rembulan.

“Awalnya, masyarakat Dukuh Sinusa mengeluh kesulitan air saat kemarau. Lalu, saya datang ke sini (Lembah Rembulan-Red) untuk melihat sumber mata air yang mungkin bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Kepala Desa Rembul, Ibnu Efendi.

Kades yang telah menjabat dua periode itu, duduk sambil ngopi dengan masyarakat untuk mencari solusi persoalan kesulitan air. Lama kelamaan ngobrol, ada rasa nyaman saat duduk di lokasi tersebut. Beberapa kali datang ke Lembah Rembulan, serasa tidak mau beranjak pergi. Kades Ibnu berinisiatif membuat embung untuk menampung sumber air dari Sungai Otong sekaligus menjadikan tempat wisata.

“Sudah dua tahun dikembangkan, dan alhamdulillah dalam acara Sumpah Pemuda, Lembah Rembulan mendapatkan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dari Kemenparekraf RI Sandiaga Uno,” terang Ibnu Efendi.

 

Kerja keras Kades Ibnu Efendi dan warga Rembul membuahkan hasil. Bahkan, wisata Lembah Rembulan juga sudah menjadi salah satu wisata yang banyak dikunjungi masyarakat. Pasalnya, wisata itu sudah cukup lengkap fasilitasnya. Lembah Rembulan terdapat 10 villa, 1 homestay dan belasan tenda camping. Lembah Rembulan juga difasilitasi kolam renang, MCK, mushola, tempat selfie, panggung terbuka, kafe, warung jajanan dan lainnya. Pengunjung hanya dibebani tiket masuk Rp 5 ribu perorang.

Wisata yang konon merupakan tempat mandi para bidadari itu, sangat indah saat dinikmati pada malam hari. Banyak pengunjung baik dari komunitas motor, mobil dan para karyawan yang sengaja menghabiskan akhir pekannya dengan menikmati malam di Lembah Rembulan. Tidak hanya menginap di villa, tapi juga di tenda camping untuk menikmati sensasi dinginnya udara di lembah tersebut. Bagi para pecinta offroad, Lembah Rembulan juga terdapat jalan menuju wisata Guci yang berjarak sekitar 3 kilometer.

“Mungkin saja pada zaman dulu tempat mandi para bidadari, karena lokasinya sangat tersembunyi. Kami membuka jalan untuk bisa dilalui kendaraan,” ujar suami dari mantan Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Sri Lestari itu.

Kades Rembul harus bersusah payah membuka jalan dengan menggunakan biaya Dana Desa (DD) dan dana dari investor lokal. Kendati sudah layak dilalui kendaraan roda empat, namun berharap Pemkab Tegal membantu pelebaran jalan. Hal itu dikarenakan jalan hanya bisa cukup untuk satu kendaraan roda empat. Jika perpapasan, mobil harus ekstra hati-hati agar tidak jatuh ke sungai.

“Jaringan listrik sudah daftar, tapi nunggu dipasang. Jika saja Pemkab bisa membantu menjembatani ke PLN, mungkin tidak harus nunggu lama dan biaya juga lebih efisien,” katanya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA