Take a fresh look at your lifestyle.

Korpri Bagikan Masker Untuk Pedagang di 25 Pasar Tradisional

222

SLAWI-Mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Tegal dalam mencegah penyebaran penularan virus Korona (Covid-19),  Korps Pegawai Negeri (Korpri) Kabupaten Tegal membagikan sebanyak 10.000 lembar  masker kain untuk masyarakat.

Dari 10.000 lembar masker yang disiapkan, sebanyak 9.000 lembar masker diperuntukan bagi pedagang yang berjualan di 25 pasar tradisional.

Selain membagikan masker, Korpri juga membagikan sabun isi ulang , spanduk sosialisasi pencegahan penularan Covid-19 dan thermogun kepada 25 pasar tradisional tersebut.

Bantuan diserahkan kepada perwakilan UPTD Pasar oleh Bupati Tegal, Umi Azizah dan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Tegal di Pendapa Amangkurat, Selasa (28/4).

Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono , dalam sambutannya menyampaikan, bantuan yang diberikan Korpri kepada pedagang merupakan bentuk kewaspadaan terhadap penularan Covid-19.

“Kami ingin ikut membantu percepatan penanganan Covid-19. Bantuan secara tematik dengan sasaran yang jelas sambil dilakukan monitoring,”sebut Joko.

Dipilihnya pasar tradisional sebagai sasaran kali ini , kata Joko, karena pasar menjadi salah satu tempat bertemunya masyarakat dari berbagai tempat.

Untuk mencegah penularan virus Korona, maka tempat transaksi tersebut juga harus bisa  mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Sesuai protokol kesehatan, maka diharapkan pedagang maupun pembeli bisa menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk ke dalam pasar dan menjaga jarak.

MENGAJARKAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal , Hendadi Setiaji mengajarkan cara menggunakan alat thermogun kepada UPTD Pasar di Pendapa Amangkurat, Slawi, Selasa (28/4).

“Kami mengajak paguyuban  pedagang agar ikut mengawasi pedagang yang masuk ke dalam pasar. Secara bergiliran, paguyuban dan ASN UPTD Pasar bisa mengukur suhu tubuh pedagang dan pembeli. Jika ada yang suhunya lebih dari 38 derajat celcius bisa disarankan untuk istirahat di rumah,”tuturnya.

Joko juga mengharapkan para petugas pasar juga  selalu mengenakan masker kain saat melakukan monitoring ke pedagang.

Menurutnya, pasar menjadi pusat perhatian pelaksanaan protokol kesehatan. Diakui, untuk menerapkan jaga jarak 1 sampai 2  meter masih sulit dilaksanakan, sehingga diperlukan kreativitas dan inovasi agar hal tersebut bisa dilaksanakan.

Selain membagikan masker, sabun cuci tangan, spanduk dan thermogun kepada pasar, Korpri juga menyerahkan bantuan untuk salah satu ASN di lingkungan Pemkab Tegal yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Suradadi dikarenakan hasil rapid tes positif .

Kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti menyebutkan, mengingat penerapan jaga jarak 1 sampai 2 meter sulit diterapkan di pasar, ia meminta agar pedagang dan pembeli menggunakan masker dan cuci tangan.

“Untuk ASN UPTD Pasar dan paguyuban pedagang agar melakukan pengecekan suhu dengan menggunakan thermogun yang diberikan dan melaksanakan protokol kesehatan,”imbuhnya.

Sementara Kepala UPTD 3 Banjaran, Sudirman menyebutkan, di Pasar Banjaran sudah dilengkapi dengan dua tempat cuci tangan, yang dipasang di depan dan di belakang pasar. Tempat cuci tangan banuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan PDAM Kabupaten Tegal. (Sari/Red-06)

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA