Take a fresh look at your lifestyle.

Komisi IV DPR Sidak Harga Bawang di Brebes, Ini Katanya

BREBES, smpantura.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bawang di tingkat petani, di Kabupaten Brebes, kemarin. Ini dilakukan menyusul anjloknya harga bawang merah di tingkat petani dalam sebulan terakhir.

Anggia Erma Rini mengaku, heran dengan anjloknya harga Bawang di Brebes. Seharusnya Bawang Brebes menjadi juara, baik dalam persoalan harga maupun kualitas produk bawang merah itu sendiri. “Untuk itu, saya sengaja terjun langsung ke Brebes untuk mendengarkan, menggali dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di Brebes. Kenapa berkali-kali harga bawang merah sering anjlok,” ujarnya saat kunjungan ke Brebes bersama Tim Panitia Kerja Komisi IV DPR RI tentang Holtikultura, di PT Sinergi Brebes Inovatif, Desa Sidamulya Brebes, kemarin.

Dari hasil kunjungan tersebut, lanjut dia, pihaknya berjanji akan mencari solusi yang akan disampaikan kepada pemerintah, agar harga bawang bisa stabil dan naik untuk mengurangi kerugian di tingkat petani. Pihaknya perihatin mendengar harga bawang merah saat ini anjlok hingga kisaran Rp 7.000 per kg. “Bawang Merah Brebes harusnya menjadi juara karena sudah menjadi idola, bukan hanya di pasar dalam negeri tapi juga luar negeri,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Narjo mengatakan, Kabupaten Brebes terkenal sebagai sentra bawang merah terbesar di Indonesia. Kontribusinya sebesar 18,5 persen dari total produksi nasional, atau 57 persen dari total produksi Jawa Tengah. Bawang merah Brebes pun tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat, lanjut Narjo, jumlah produksi bawang merah di Brebes sebesar 3,8 juta kuintal dengan luas panen 38,9 ribu hektare pada 2020. Produksi ini meningkat 26,6 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 3,03 juta kuintal.

“Terkait anjloknya harga bawang merah ini, kami berharap ada campur tangan pemerintah pusat, dalam hal ini Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian untuk dapat mendukung upaya menstabilkan harga, agar Petani tidak merugi,” pungkasnya.  (T07-red)

BERITA LAINNYA