Take a fresh look at your lifestyle.

Kesadaran Penggunaan Masker di Pasar Rendah

185

SLAWI – Kesadaran masyarakat di lingkungan pasar-pasar wilayah Kabupaten Tegal dinilai masih rendah. Padahal, Bupati Tegal mewajibkan seluruh masyarakat kabupaten itu untuk menggunakan masker. Kondisi itu harus disikapi dengan sosialisasi yang gencar terhadap seluruh pasar di kabupaten tersebut.

“Kami masih lihat banyak warga yang di pasar yang tidak menggunakan masker. Padahal, pasar adalah lokasi yang rentan sekali dengan penuluran Virus Korona,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Bakhrun, Minggu (3/5).

Dikatakan, pasar menjadi salah satu tempat yang sangat rentan terhadap penularan Covid-19. Banyak upaya dari Pemkab untuk melakukan sosialisasi, bahkan pembagian masker. Namun, upaya itu belum mampu membuat warga pasar, baik penjual dan pembeli taat menggunakan masker. Padahal, pasar juga menjadi lokasi yang kerap dikunjungi masyarakat dari luar daerah yang pendemi Covid-19.

“Memang harus sedikit tegas terhadap mereka. Sosialisasi atau teguran harus terus dilakukan secara rutin,” ujar politisi PKS itu.

Menurut dia, di sejumlah pasar wilayah tetangga atau daerah lainnya, telah membatasi jumlah penggunjung pasar. Selain itu, memberlakukan protokol keamanan dengan tes suhu dan cuci tangan saat masuk dan keluar pasar. Selain itu, jarak pedagang seharusnya juga diberlakukan agar meminimalisir terpaparnya virus tersebut.

“Jika program 1 juta masker sudah dibagikan, maka paling tidak sudah ada dua pertiga masyarakat Kabupaten Tegal telah memiliki masker. Selain itu, bantuan dari parpol, ormas dan membeli secara pribadi. Jadi, seharusnya semua masyarakat Kabupaten Tegal sudah memiliki masker,” beber Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal itu.

Ditambahkan, kondisi terbalik terjadi di tempat ibadah. Hampir semua tempat ibadah sudah difasilitasi tempat cuci tangan, tes suhu, bahkan membagikan masker. Masyarakat juga sangat sadar menggunakan masker saat ketempat ibadah.

“Semua orang yang ke tempat ibadah pasti gunakan masker. Tapi, kenapa saat ke pasar malah bebas tanpa gunakan masker,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA