Take a fresh look at your lifestyle.

Keren, ‘Crypto’ Karya Putra Terbaik Tegal Tembus ke Bursa Luar Negeri

TEGAL, smpantura.com – Probability Unit (Probit) Global secara resmi mengumumkan aset digital bernama SANGKARA ($MISA) – (https:// www.misatoken.com) telah melakukan Initial Exchanger Offering (IEO).

SANGKARA ($MISA) merupakan token karya anak bangsa Indonesia yang pertama melakukan proses IEO di Exchanger dan berhasil masuk ranking 20 besar Dunia.

Mengusung slogan “Leading in Tokenization and NFT”, PT Mitra Sangkara Abadi (MSA) selaku pembesut Token Sangkara ($MISA) ini membuat token berbasis aset fisik di dunia nyata dan bisnis digital yang telah digelutinya sejak lama.

CMO PT Mitra Sangkara Abadi, Albert Setiawan mengatakan, MSA telah mempersiapkan segalanya sejak lama dan merupakan pioneer di Indonesia.

“SANGKARA akan menjadi token pertama dengan rasa seperti saham, sekaligus sebagai pioneer dalam proses TOKENISASI di Indonesia. Jadi MSA tidak mau asal-asalan,” ungkap Albert seperti dalam siaran pers yang diterima smpantura.com, Rabu (1/12).

Menurut Albert, aset Crypto milik MSA memiliki nilai dasar yang pantas dan aman untuk orang-orang yang membelinya. Dimana saat ini, MSA telah menjalin bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI) guna membantu memajukan desa dan pengusahanya.

Dengan Kolaborasi MSA dan APEDI, industri digital 4.0 diharapkan tidak hanya dinikmati masyarakat kota saja. Terlebih, kerja nyata juga akan dilakukan MSA dengan mempersiapkan sistem offtaker dan pembiayaan pertanian, perkebunan serta peternakan yang berbasis pada aplikasi digital yang disebut Sistem Pemantauan Desa Terpadu (SIPADU).

“Di dalam SIPADU akan muncul hasil asli dari desa tersebut, kapan panen dan juga kontak dari pemilik panen tersebut, sehingga pembeli bisa menjadwalkan pembelian. Ini juga akan membantu program resi gudang dari Kementrian Pedagangan secara Online,” tukas alumni SMA PIUS Tegal Tahun 2000 ini.

Sementara, lanjut Albert, bagi para pengusaha desa yang tidak tersentuh pembiayaan lembaga keuangan, MSA akan membantu menyediakan modal. Pembiayaan ini akan dilakukan dengan cara organik, yaitu pemberian bibit, pupuk dan kebutuhan produksi lainnya dan hasilnya akan dibeli rekanan MSA.

Selanjutnya, APEDI akan menjadi penanggung jawab atas penyertaan modal bagi para pengusaha desa. Selain itu, MSA juga meluncurkan market place NFT bagi seniman Indonesia, serta menawarkan bantuan pembuatan NFT secara gratis kepada semua seniman dengan sistem kerja sama atau bagi hasil dari penjualan dan royalti NFT tersebut.

Seluruh NFT buatan MSA bisa diakses melalui www.sangkaranft.com dan proses transaksinya bekerja sama dengan Bakery Swap menggunakan token Crypto. Untuk fitur ini MSA bekerja sama dengan platform online konser pertama di Indonesia yaitu www.bantayahall.com. Agar aset crypto dapat diakui di Indonesia, MSA telah mengajukan audiensi kepada Bappebti. (T03-red)

BERITA LAINNYA