Take a fresh look at your lifestyle.

Kawasan Industri Akan Digeser ke Batang, Ini Penjelasan Pemkab Brebes

- Tetap Optimistis, Sudah Masuk Kepres No 79

567

BREBES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes optimis kawasan industri tetap akan berada di wilayahnya. Sebab, kebijakan Brebes dijadikan kawasan industri telah tertuang dalam Keputusan Presiden (Kepres) nomor 79 tahun 2019. Apalagi, proses tahapan menuju kawasan industri saat ini terus berjalan.

Keyakinan Pemkab Brebes tersebut menyusul adanya rencana pemerintah pusat menggeser kawasan industri yang semula di Brebes ke Kabupaten Batang. Hal itu terkait kendala pembebasan lahan yang terjadi di Brebes, dan di Batang terdapat lahan milik PTPN yang siap digunakan. Sementara para investor dari beberapa negara, seperti Amerika dan Jepang menghendaki kawasan industri cepat direalisasikan sebagai tempat relokasi pabriknya dari Cina ke Indonesia. Rencana digesernya kawasan indusri dari Brebes ke Batang tersebut secara resmi telah disampaikan Menteri BUMN Erik Tohir beberapa waktu lalu.

“Kami tetap optimis kalau kawasan industri ini di Brebes. Ini karena Brebes sudah masuk dalam Kepres 79 Tahun 2019. Tahapannya sejauh ini juga terus berjalan, seperti penyusunan master plan, tindak lanjut Amdal dan studi kelayakan masih berjalan,” tandas Sekertaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes, Djoko Gunawan, menanggapi rencana pemerintah pusat menggeser kawasan industei ke Kabupaten Batang, kemarin.

Dia mengungkapkan, proses pembebasan lahan dari PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebagi pengelola sudah masuk tahap menyusun master plan, yang kemudian menjadi dasar penetapan lokasi. Setelah itu, baru akan melangkah untuk pembebasan lahan. “Saat ini masih tahap penyusunan master plan. Jika sudah, baru kita lakukan pembebasan lahan,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bisa saja pemerintah pusat membuka kawasan industri di daerah lain. Hal itu dilakukan sebagai alternatif tawar bagi investor. Menginggat, beberapa investor dari luar negeri membutuhkan waktu cepat untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia. Sehingga, butuh alternatif tawar di Brebes seperti ini dan di Batang seperti ini. “Kami tetap optimistis dari lahan yang ditetapkan menjadi kawasan industri di Brebes tetap akan ada investor yang masuk, terlepas itu dari Amerika atau Jepang. Kami juga yakin komitmen pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran bagi pembangunan sarana dan prasarana kawasan industri tetap dilaksanakan, karena sudah tertuang dalam Kepres nomor 79 tahun 2019,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Brebes, Ratim mengatakan, informasi pemerintah pusat berencana melakukan pemindahan kawasan industi ke daerah lain jangan dijadikan patokan. Sebab, yang menentukan kebijakan terkait ini kawasan industri adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Jadi informasi yang beredar saat ini belum bisa dijadikan patokan,” katanya.

Dia menambahkan, meskipun nantinya relokasi perusahaan dari Cina bukan di Kawasan Industri Brebes (KIB) tidak masalah. Itu karena Brebes sendiri sudah masuk dalam Proyek Stategis Nasional (PSN). Bagaimanapun, proses KIB tetap berjalan. Namun mungkin pengaruhnya hanya jumlah perusahaan yang masuk semula banyam akan sedikit berkurang. “Kita tetal optimistis dan melangkah penuh kepastian, karena Brebes sudah di SPN. Ini yang tidak bisa dielakan. Apalagi, jika ada perpindahan kawasan industri satu daerah ke daerah lain, harus ada rapat kabinet,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA