Take a fresh look at your lifestyle.

Kades Sayangkan Rapid Test Batal Dilaksanakan

BUMIAYU- Rapid test massal yang rencananya dilaksanakan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Sabtu (2/5) batal dilaksanakan. Rapid test itu rencananya menyasar keluarga lini 1 atau orang yang satu rumah dengan peserta Ijtima Gowa yang sebelumnya sudah menjalani rapid test dengan hasil positif.

Pembatalan tersebut menuai kritik dari para kades yang telah mengundang dan mengondisikan peserta rapid test. Salah satunya Kades Tambakserang Usep Asikin. Dia menyayangkan pembatalan rapid test tersebut.“Kami (kades) atas perintah puskesmas sudah mengundang, dan calon peserta rapid test juga telah bersedia, tapi mendadak dibatalkan. Alasan Dinas Kesehatan menunggu hasil swab peserta Ijtima Gowa,” kata Kades Tambakserang Usep Asikin.

Pembatalan rapid test secara mendadak tersebut, kata Usep, mengesankan perencanaan dan koordinasi yang tidak matang antar tim gugus tugas Covid-19 di Kabupaten Brebes. Menurut pendapatnya, meski tidak bisa dijadikan pijakan, rapid test tetap penting untuk dilakukan sebagai upaya screening untuk mengetahui mana (orang) yang berisiko dan mana yang tidak.”Dengan itu, tim gugus tugas desa bisa melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan,” ujarnya.

Pada bagian yang lain, kades menambahkan, pemerintah desa juga menginginkan informasi yang terang benderang terhadap warga peserta Ijtima Gowa yang menjalani karantina di Brebes.”Keluarga selalu menanyakan ke desa. Kami ingin informasi, termasuk hasil test swab mereka,” ujarnya. Kepala Puskesmas Bantarkawung dr Ely Hikmawati membenarkan pembatalan rapid test massal yang sedianya dilaksanakan pada Sabtu (4/5).”Menunggu hasil test swab peserta ijtima Gowa terlebih dahulu,” kata dia.(Teguh Tribowo/Red38)

BERITA LAINNYA