Take a fresh look at your lifestyle.

Kader Kesehatan Diberi Pemahaman tentang Stunting

239

PEMALANG – Stunting merupakan salah satu masalah akibat kurang gizi kronis yang sekarang ini masih menjadi prioritas untuk ditangani di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, jumlah kasus stunting pada Balita di Indonesia sekitar 30,8 persen.

Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 – 2024 diharapkan stunting menurun hingga 19 persen, sehingga masih memerlukan upaya yang kuat untuk penanganan kasus ini. Penanganan kasus stunting tentu tidak hanya berasal dari instansi kesehatan saja, akan tetapi perlu adanya konvergensi program dari semua instansi pemerintah,” ujar Naintina Lisnawati, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Universitas Diponegoro disela-sela kegiatan pengabdian di Desa Belik Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang, baru baru ini.

Dia mengatakan komitmen terhadap penurunan angka stunting di Indonesia tercermin dalam program spesifik dan sensitif dimana keduanya saling memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan kasus stunting.
Persepsi mengenai stunting bisa jadi tidak sama antar stakeholder, sehingga sensitifitas terhadap upaya penanganan kasus ini juga tidak sama. Kader kesehatan merupakan salah satu stakeholder yang juga berperan besar dalam penurunan angka stunting karena posisi mereka sangat dekat dengan masyarakat. Penyamaan persepsi dan pemahaman mengenai stunting tentu sangat dibutuhkan oleh kader kesehatan dalam menjalankan peran dan tugas pokok serta fungsinya. Kader kesehatan merupakan stakeholder yang sangat dekat dengan masyarakat, sehingga pemahaman mengenai stunting harus ditingkatkan. tegasnya.

Ia menambahkan dengan mengangkat judul peningkatan pengetahuan gizi mengenai stunting melalui buku saku mandiri. Tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari Naintina Lisnawati, Jazimatul Husna, dan Dr. Nurhayati, memberikan edukasi gizi dan kesehatan mengenai stunting dengan media buku saku mandiri pada kader kesehatan di Desa Belik, Kecamatan Belik. Harapannya mereka bisa memberikan informasi, pemahaman, terkait dengan stunting. Bahkan mereka juga diberi ilmu cara untuk menghindari atau menggurangi angka stunting di daerah masing masing.(H77/Red_03)

BERITA LAINNYA