Take a fresh look at your lifestyle.

Kabupaten Tegal Masuk Zona Kuning Covid-19, Tapi Harus Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

250

SLAWI – Kabupaten Tegal masuk zona kuning dalam kasus Virus Korona (Covid-19) setelah mengalami penurunan kasus dalam dua pekan terakhir. Zona kuning yang diartikan berisiko rendah dalam menyebaran Covid-19 itu, harus dibarengi dengan protokol kesehatan ketat agar bisa meningkat statusnya menjadi zona hijau.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Tegal, H Sabilillah Ardie saat konferensi pers di Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal, Kamis (11/6). Konferensi pers itu juga dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendardi Setiadi, dan sejumlah pelaku usaha.

“Laporam dari Gugus Covid-19 Kabupaten Tegal, status menjadi zona kuning yang diartikan berisiko rendah penyebaran Covid-19. Selangkah lagi masuk zona hijau yang artinya aman Covid-19,” kata Ardie sapaan akrab orang nomor dua di Kabupaten Tegal itu.

Dikatakan,  kendati masuk zona kuning yang risiko penyebarannya rendah dan terkendali, namun kemungkinan transmisi Covid-19 masih terbuka. Dengan zona kuning tersebut, masyarakat diperbolehkan melakukan aktivitas di luar rumah dengan catatan tetap melakukan protokol kesehatan ketat. Selain itu, aktivitas transportasi, industri, bisnis, olahraga dan layanan kesehatan kembali dibuka. Namun demikian, tetap harus berlakukan protokol kesehatan ketat.

“Untuk warga yang rentan terular Covid-19 tetap di rumah, kegiatan keagamaan terbatas dan pendidikan akan dibuka saat masuk zona hijau,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk sektor kesenian, hiburan, rekreasi dan wisata belum bisa dibuka, karena masih berisiko tinggi membawa virus dari luar daerah. Hal itu berdasarkan kasus yang terjadi di Kabupaten Tegal dimana penularan Virus Korona terjadi karena warga dari luar daerah. Sedangkan, transmisi lokal penyebaran virus tersebut tidak terjadi di Kabupaten Tegal.

“New Normal bukan berarti kita bebas kembali seperti dulu. Tapi, harus beradaptasi dengan situasi sekarang. Kemana pun harus gunakan masker, cuci tangan sesering mungkin, dan tetap jaga jarak,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendardi Setiadi menjelaskan, penentuan zona kuning bagi Kabupaten Tegal berdasarkan indikator epidemis. Dijelaskan, penilaian itu dilihat dari penilaian kasus pasien positif selama dua pekan terakhir setelah puncak Covid-19. Menurut dia, puncaknya terjadi pada 25 April 2020 sebanyak 9 pasien positif yang dirawat di rumah sakit. Sementara itu, selang dua pekan setelah puncak pada 9 Mei 2020 menurun menjadi 6 pasien. Selain itu, juga perhitungan pasien PDP dan ODP yang terus menurun, dan jumlah pasien yang meninggal dunia.

“Kabupaten Tegal posisi nilainya 2,645 yang masuk dalam zona kuning. Kita butuh komitmen dan kedisiplinan bersama untuk tetap memberlakukan protokol kesehatan agar bisa masuk zona hijau,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA