Take a fresh look at your lifestyle.

Jumlah Positif Melonjak, Pemkab Brebes Resmi Berlakukan PKM

645

BREBES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes secara resmi memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayahnya sejak hari ini, Rabu (6/5). Ini dilakukan menyusul jumlah warga Brebes yang terkonfirmasi positif virus korona (covid-19) mengalami lonjakan, dari semula 1 orang menjadi 16 orang.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Brebes, Idza Priyanti yang juga Bupati Brebes mengatakan, penerapan PKM dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona. PKM itu akan diterapkan selama 28 hari kedepan, terhitung mulai hari ini Rabu (6/5). “Jadi, ini bukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Tetapi Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Ini akan kami laksanakan selama 28 hari kedepan sejak hari ini. Sistem ini seperti yang di terapkan di Semarang,” tandasnya saat konferensi pers terkait perkembangan Covid-19, di ruang OR Setda Pemkab Brebes, Rabu (6/5).

Bupati mengungkapkan, hingga hari ini sesuai hasil swab yang keluar ada tambahan pasien positif sebanyak 15 orang dan hari sebelumnya ada 1 pasien positif. Sehingga, total warga yang positif saat ini sebanyak 16 orang. “Pasien positif ini, satu orang diisolasi di RSUD Brebes, dan 15 orang lainnya di karantina di Islamic Center Brebes,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk pemeriksaan swab, hingga kini jumlah sample swab yang dikirim ke Laboratorium Korona di Salatiga sebanyak 50 orang. Sedangkan hasil swab yang sudah keluar sebanyak 41 orang. Rinciannya, swab dari pasien transmisi lokal sebanyak 20 orang dan seluruhnya negatif. Kemudian, pasien Jamaah Ijtima Gowa sebanyak 23 orang, dengan hasil swab yang sudah keluar sebanyak 21 orang. Dari jumlah itu, 16 orang positif, 5 orang negatif dan 2 orang belum keluar. “Atas penerapan PKM ini, kami minta masyarakat bisa mematuhinya, dan masyarakat wajib harus memakai masker,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr Sartono mengatakan, dari sebanyak 16 orang yang positif tersebut, 14 orang berasal dari Kecamatan Bantarkawung, 1 orang dari Paguyangan dan 1 orang dari Bumiayu. Mereka merupakan jamaah Ijtima di Gowa Sulawesi Selatan. Selain upaya PKM, pihaknya secara bertahap melakukan tracking dan rapidtest covid-19 kepada keluarga jamaah ijtima tersebut. Tahap awal, rapidtest sudah dilakukan kepada tiga keluarga. Ini karena salah satu dari anggota keluarganya terkonfirmasi positif covid-19. “Hari ini tracking dan rapidtest kepada keluarga warga positif covid-19 dilanjutkan di Bantarkawung. Kemarin, tiga keluarga dengan jumlah 18 orang sudah. Hasilnya 3 orang reaktif positif rapidtest covid-19,” sambungnya.

Dikatakan Sartono, bagi pasien yang positif covid-19, selanjutnya akan diambil sample swab kembali untuk pemeriksaan tahap dua. Menginggat mereka selama menunggu hasil swab pertama dilakukan karantina dengan dilaksanakan perawatan juga. “Dari 16 orang ini akan kami ambil semple swab kembali untuk pemeriksaan tahap dua,” terangnya.

Sementara Sekda Pemkab Brebes Djoko Gunawan menjelaskan, PKM diterapkan dengan beberapa fokus pembatasan. Yakni, penghentian kegiatan di sekolah, pembatasan kegiatan di tempat kerja, tempat ibadah, tempat umum, serta pembatasan kegiatan sosial budaya, dan pergerakan orang melalui moda transportasi. “Terkait PKM ini, peraturan Bupati akan dibuat dan segera ditandatangan sebagai dasar pelaksanaannya,” kata dia.

Sekda menambahkan, khusus pembatasan moda transportasi akan diberlakukan secara spot-spot. Terutama, di daerah yang terdapat warganya positif covid-19.”Pemberlakuan PKM nantinya, memang masih memberi ruang bagi masyarakat berkegiatan, namun dengan kontrol yang ketat. Sehingga ekonomi tidak berhenti total,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA