Take a fresh look at your lifestyle.

Jeni Pimpin PP Kabupaten Tegal

209

SLAWI – M Khuzaeni yang akrab disapa Jeni, terpilih menjadi Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tegal periode 2019-2023 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) MPC PP Kabupaten Tegal ke-VI di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal, sore tadi. Jeni terpilih secara aklamasi, karena calon lainnya mengundurkan diri.

Muscab ke-VI yang diawali dengan pembukaan itu, dihadiri Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Ketua DPD Golkar Kabupaten Tegal Agus Solichin, dan sejumlah anggota Fraksi Golkar lainnya. Dalam muscab itu, ada dua calon yang mencalonkan diri, yakni M Khuzaeni yang juga menjabat Anggota DPRD Kabupaten Tegal dan Roy. Namun, dalam perjalanan muscab, Roy mengundurkan diri. Kondisi itu membuat Jeni terpilih secara aklamasi.

“Jeni terpilih secara aklamasi, karena calon satunya mengundurkan diri,” kata Ketua MPC PP Kabupaten Tegal, Slamet Supriyadi.

Sementara itu, Umi Azizah saat membuka acara muscab, meminta ormas PP di Kabupaten Tegal menunjukan aksi nyata di masyarakat. Pasalnya, saat ini dibutuhkan peran serta masyarakat langsung dalam membangun sumber dayanya yang unggul, yang berkualitas untuk mendukung terwujudnya Indonesia Maju.

“Di era media sosial, era internet of things 3.0, tantangan kader Pemuda Pancasila adalah menjadi menjadi cerminan pribadi yang mampu mengajak lebih banyak orang untuk berbuat baik, berbicara baik,” kata

Ungkapan Bupati itu dinilai penting, karena generasi muda sekarang sebagai pengguna digital, dihadapkan pada situasi yang dilematis antara memegang adat ketimuran dan kultur keagamaan atau larut dalam trend global budaya luar atau budaya asing yang tidak sesuai dengan norma etika sosial di negara ini.

“Dampaknya, tidak sedikit anak-anak muda kita yang terjebak pada perilaku menyimpang seperti seks bebas, konsumsi miras, narkoba, tawuran, hingga persekusi di dunia maya,” ungkapnya.

Umi mencontohnkan seperti kasus dekadensi moral pembunuhan remaja putri di Cerih Jatinegara. Kasus dimana baik korban maupun dua pelaku perempuan didalamnya masih terkategori anak. Kejadiaan itu merupakan potret sosial yang telah hadapi dan menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia di negeri ini.

“Untuk itu, sekali lagi saya mengajak kader Pemuda Pancasila ikut serta ambil bagian membangun sumber dayanya yang unggul, yang berkualitas untuk mendukung terwujudnya Indonesia Maju,” tegasnya. (Wiwit/red05)

BERITA LAINNYA