Take a fresh look at your lifestyle.

Jelang Operasi Pengamanan Perbatasan , Prajurit Yonif 407/PK Dibekali Keimigrasian

168

ADIWERNA – Dalam rangka mempersiapkan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia di daerah Kalimantan Barat, Prajurit Yonif 407/Padma Kusuma menerima pembekalan keimigrasian di Aula Kapten Damhuri Amir, Senin (18/5).

Dengan  kegiatan ini, diharapkan Prajurit Yonif 407/PK yang akan berangkat  melaksanakan operasi pengamanan perbatasan RI-Malaysia di Wilayah Kalimantan Barat  mempunyai gambaran di medan tugas dan bisa berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi setempat, sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik demi keutuhan NKRI.

Guna mencegah penularan Covid-19, kegiatan dilakukan dengan menerapkan prosedur (protokol) pencegahan penularan Covid-19. Prajurit harus menerapkan social distancing, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang sudah disediakan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Yonif 407/PK Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, para Perwira Seksi dan Danki Jajaran Yonif 407/PK serta para Danpos Satgas Pamtas RI-Malaysia (2020-2021) di Wilayah Kalimantan Barat, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pemalang.

“Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk sinergitas nyata antara Kantor Imigrasi Pemalang dan Yonif 407/Padma Kusuma dalam hal pengawasan keimigrasian sebagai bentuk upaya menegakkan kedaulatan Negara Republik Indonesia,” tutur Danyonif.

Danyonif meminta agar prajurit memahami materi yang disampaikan. “Hal ini sangat penting, ini harus dipahami karena nantinya menjadi bekal bagi prajurit yang melaksanakan Satgas Operasi Pamtas dan akan menjadi ujung tombak perwakilan negara di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di daerah Kalimantan Barat,” tegasnya.

Selanjutnya,  Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pemalang, Fitria Izharry , memberikan penyuluhan dan pembekalan tentang peranan Imigrasi di daerah Perbatasan. Hal ini merupakan suatu pengamanan lalu-lintas negara asing di wilayah NKRI.

Dia menjelaskan bahwa Keimigrasian adalah hal ikhwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia serta pengawasan dalam rangka menjaga tegaknya kegaulatan negara. Sedangkan Imigrasi adalah perpindahan orang dari suatu negara-bangsa (nation state) ke negara lain dimana ia bukan merupakan warga negara.

Lebih lanjut dijelaskan, objek keimigrasian adalah lalul lintas dan pengawasan keimigrasian. Subjek keimigrasian adalah orang yang masuk atau keluar wilayah NKRI, orang yang dimaksud tidak hanya warga negara Indonesia saja akan tetapi juga termasuk warga negara asing.

Kondisi administrasi sering kali menjadi suatu masalah sehingga membuat sejumlah warga negara asing yang berada di daerah perbatasan kerap mengabaikan dokumen-dokumen keimigrasian saat menyeberang wilayah Indonesia menuju wilayah lainnya.

Alasannya cukup beragam, mulai dari kepentingan keagamaan, sosial budaya dan hubungan kekerabatan keluarga yang terpisah batas antar negara. Dengan adanya TNI yang bertugas di wilayah perbatasan NKRI dapat mengurangi pelanggaran pelintas batas oleh warga negara asing.

Sementara itu, para anggota Yonif 407/PK menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Hal tersebut terlihat dari beberapa pertanyaan yang muncul terutama terkait langkah-langkah koordinasi pengawasan yang seharusnya dilakukan serta bentuk mekanisme pengawasan Keimigrasian bagi WNA yang berada di wilayah perbatasan.(Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA