Take a fresh look at your lifestyle.

Jalan untuk Evaluasi Warga di Gunung Slamet Rusak

183

PEMALANG – Jalan evakuasi Gunung Slamet di Kecamatan Pulosari kondisinya rusak. Padahal saat ini status Gunung Slamet adalah waspada level I dan jalan evakuasi sangat penting sebab apabila status Gunung Slamet sewaktu-waktu meningkat, maka jalan digunakan untuk evakuasi warga.

Bupati Junaedi saat memantau Gunung Slamet di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet juga harus melintas di jalur evakuasi yang rusak tersebut. Sementara saat bertemu dengan pengamat Gunung Slamet, Sukedi, Bupati juga menerima keluhan mengenai jalur evakuasi yang rusak.

Jalan yang rusak itu menurut Sukedi sudah kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh. Jalan kondisinya sempit dan menanjak serta berlubang cukup dalam.

Bupati mengatakan untuk evakuasi warga, Pemerintah Kabupaten Pemalang siap untuk melaksanakan.”Untuk evakuasi warga apabila sewaktu-waktu status Gunung Slamet meningkat menjadi Awas maka kami sudah siap,”kata Bupati, kemarin.

Adapun mengenai jalan yang rusak Bupati meminta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR). Saat itu Kepala Diskominfo, Nugroho Budi Raharjo yang mendampingi kunjungan Bupati ke Pos Pengamatan Gambuhan.

Sementara itu Penjabat Kepala Desa Gambuhan, Misbahul Munir juga menyampaikan kepada Bupati bahwa pemerintah desa ingin memperbaiki jalan yang merupakan jalur evakuasi. Namun pemerintah desa ragu-ragu terhadap status jalan sebab belum jelas apakah jalan milik desa atau milik kabupaten.

Apa yang disampaikan Penjabat Kades Gambuhan dijawab Bupati bahwa perbaikan akan dilaksanakan. Apabila pemerintah desa berinisiatif memperbaiki maka bisa menggunakan dana bantuan keuangan desa.

Dihubungi secara terpisah, Pelaksana Tugas DPUTR, Sudaryono menjelaskan jalur evakuasi diperbaiki tahun ini.” Pekerjaan perbaikan jalur evakuasi sudah proses lelang, sudah ada pemenang,”kata Sudaryono.

Perbaikan terhadap jalur evakuasi berupa pekerjaan peningkatan jalan yang dianggarkan Rp 4,6 miliar. Selain kegiatan peningkatan juga ada dana pemeliharaan antara lain untuk jalur evakuasi Gambuhan, Jl
Pulosari-Pagenteran, Karangsari-Pulosari, Batursari-Clekatakan, Pagenteran-Silempit, Pulosari-Siremeng dan Jl Kawasan Agropolitan.

Pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut masing-masing ruas dianggarkan Rp 200 juta. Adapun adanya kepedulian pemerintah desa yang berinisiatif untuk memperbaiki menurut Sudaryono hal tersebut tidak masalah sebab muaranya adalah untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu pemantauan di sekitar kaki gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari warga beraktifitas seperti biasa. Mereka siap untuk evakuasi apabila status Gunung Slamet mengharuskannya evakuasi.

Hanya saja persoalan saat ini selain jalur evakuasi yang rusak, titik kumpul yang sudah disiapkan ada yang belum bisa berfungsi. Titik kumpul di Desa Gambuhan dipenuhi tumpukan material bata paving di tanah lapang lokasi titik kumpul evakuasi.

(Ali Basarah/ red2)

BERITA LAINNYA