Take a fresh look at your lifestyle.

Habib Luthfi : Apakah Corona Itu Perwakilan Malaikat?

311

PEKALONGAN – Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dengan tegas menyatakan agar masyarakat tidak terpecah belah sebab adanya virus corona (Covid-19). Jangan sampai adanya corona ini menjadi sebab pemisah antara kita. “Yang tadinya hatinya polos semakin timbul <I>su’uzon <P>(saling curiga-red), muncul prasangka buruk antar sesama anak bangsa. Hal ini jangan sampai terjadi,” tegas Habib Luthfi dalam tausiahnya Pengajian Kliwonan di Kanzus Salawat Kota Pekalongan, Jumat (20/3).

Menurut Habib Luthfi, ketakutan yang berlebihan terhadap corona hanya akan merugikan NKRI. Ketakutan itu bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membuat negara dan bangsa ini terpuruk. Utamanya, hal itu bisa mengikis rasa aman, percaya diri, serta persatuan dan kesatuan. “Ayo, tetap jaga persatuan dan kesatuan bukan sebab corona. Tetap ikhtiar, jangan takut corona melebihi ketakutan pada Allah SWT,” tandas Habib Lutfi, yang Ketua Ulama Sufi Dunia tersebut.

Habib Luthfi juga menjelaskan Indonesia adalah negara dengan benteng yang kuat secara lahir dan batin. Terlebih, negara ini juga didoakan oleh ribuan auliya dengan kalimat <I>Laailahaillallah<P>. Untuk itu, Habib Luthfi mengajak kepada seluruh jamaah supaya memiliki keyakinan yang lebih besar terhadap lindungan Allah SWT. “Kalimat <I>Laailahaillallah<P> adalah benteng-Ku (Allah). Barang siapa yang masuk ke dalam benteng-Ku (Allah), pasti akan mendapat pengayoman-Ku (Allah). Dan barang siapa mendapat pengayoman-Ku (Allah) orang itu akan selamat dari neraka,” tegasnya.

“Ada nggak yang melebihi api neraka? Kalau dari api neraka saja dilindungi apalagi hanya sekadar corona,” tegasnya. Kendati demikian, Habib Luthfi tetap berpesan agar masyarakat menaati imbauan Pemerintah RI. Menurutnya itu perlu sebagai bentuk kasih sayang negara kepada rakyatnya. “Jangan disalah-salahkan, bentuk upaya pemerintah itu demi kebaikan bersama. Tapi jangan sampai takut berlebihan. Hati-hati mendekati syirik, ayo besarkan keyakinan kita kepada Allah,” tegasnya. Bahkan, pihaknya mengajak untuk tetap beraktivitas, yang bekerja tetap bekerja dan lain sebagainya. Tetapi, tetap menjaga kewaspadaan.

“Yang dagang tetap dagang, yang bekerja tetap bekerja, yang sekolah tetap sekolah dan ikhtiar tetap ikhtiar. Lha nanti kalau mati kena corona gimana? Apakah corona itu perwakilan (Malaikat) Izrail? Corona seperti apapun kalau Izrail belum datang pasti tetap panjang umur. Tapi tetap wajib ikhtiar,” tegasnya. Kegiatan Kliwonan di Kanzus Shlawat santer dikabarkan tidak akan digelar mengingat imbauan pemerintah agar untuk sementara tidak menggelar acara yang mengumpulkan massa. Kendati demikian, kegiatan Kliwonan yang dihelat Habib Luthfi tetap digelar dengan syarat usai acara tidak ada kegiatan bersalam-salaman. (Kuswandi/Red9)

BERITA LAINNYA