Take a fresh look at your lifestyle.

Guru SMP 2 Adiwerna Dilatih Pembuatan E-Learning

Persiapan Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi Covid-19

203

ADIWERNA- SMP 2 Adiwena , Kabupaten Tegal menggelar pelatihan pembuatan  eletronic learning (e-learning)  bagi seluruh guru sekolah itu, Jumat (12/6). Pelatihan e-learning secara virtual itu menghadirkan narasumber nasional dari Ikatan Guru Indonesia, Sukari Darno,

Pelatihan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.40 dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Akhmad Was’ari.

Kepala SMP 2 Adiwerna, Mujiarti menyampaikan, pelatihan e-learning diikuti kepala sekolah dan 46 guru. Dalam pelatihan tersebut, peserta dilatih pembuatan e-learning menggunakan aplikasi Modular Object Orienter Dynamic Learning Environment (MOODLE).

“Kami berusaha membuatkan “rumah” untuk kegiatan belajar mengajar . Melalui MOODLE, para guru bisa melihat konten pembelajaran yang dibuat olehh guru lain, dan bisa saling berkoordinasi,”jelas Mujiarti, saat ditemui di ruang kerjangan, Jumat (12/6).

Mujiarti menyebutkan, dengan aplikasi MOODLE ini,  diharapkan KBM  secara daring di saat tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang  berlangsung lebih baik.

Disebutkan, sejak adanya pandemi Covid-19, sejak Maret  hingga Mei 2020, siswa melaksanakan belajar mandiri di rumah. Sementara itu, para guru menyampaikan materi  dan memberikan tugas dengan memanfaatkan berbagai aplikasi yang  ada, mulai dari Zoom, video, Google Form dan Youtube.

“Setelah mengikuti pelatihan pembuatan  e-learning dengan MOODLE, SMP 2 Adiwerna akan menggunakan aplikasi tersebut, dan tidak akan menggunakan yang lain. Dengan aplikasi MOODLE, para guru nantinya bisa memantau pekerjaan siswa, sehingga bisa saling kontrol,”sebutnya.

Sebelum melatih guru, kata Mujiharti, dirinya telah mengikuti diklat  serupa khusus kepala sekolah. Dilanjutkan dengan pelatihan bagi para operator dan guru.

Mujiarti mengungkapkan, pelatihan pembuatan e-learning dengan menggunakan  MOODLE dilakukan untuk menyiapkan para guru manakala dilakukan pembelajaran jarak jauh pada tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang. Pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu solusi selama pandemi Covid-19.

Pelatihan pembuatan e-learning dengan MOODLE dilakukan dua kali. Tahap berikutnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dia berharap, pembuatan e-learning dengan aplikasi itu dapat dikembangkan di sekolah yang lain.

Dikatakan olehnya, SMP 2 Adiwerna, menjadi salah satu dari sepuluh SMP di Kabupaten Tegal yang rencananya akan melaksanakan simulasi pembelajaran di masa new normal pada tanggal 15-19 Juni mendatang. Namun, rencana tersebut dibatalkan, karena Kecamatan Adiwerna masuk kategori zona merah Covid-19 . Hal ini karena ditemukannya  kasus pasien positif Covid-19 di wilayah tersebut.

Mujiarti menyebutkan, sekolah telah berupaya memenuhi sarana prasana menyambut dilakukan simulasi pembelajaran.

Sekolah telah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap ruang kelas, mewajibkan siswa dan guru menggunakan masker kain, guru memakai face shield, dilakukan jaga jarak dan mengatur shift masuk siswa.

Persiapan tersebut menelan biaya besar, sehingga sekolah terpaksa mengguanakan dana talangan dari berbagai pihak, mengingat dana BOS triwulan I belum cair.

Sementara itu,  Wakil Kepala SMP 2 Adiwerna Bidang Kesiswaan, Winarna menyebutkan, di masa pandemi Covid-19 ini, baik siswa maupun guru dituntut memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung KBM.

“Kami harapkan orangtua siswa bisa memfasilitasi anaknya dengan alat yang mendukung pembelajaran daring,”sebutnya.

Pelatihan pembuatan e-learning dengan aplikasi MOODLE mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Akhmad Was’ari.

“SMP 2 Adiwerna menjad i role model bagi sekolah yang lain,”sebutnya.

Mengenai pembelajaran secara daring di lembaga pendidikan SD maupun SMP , selama pandemi Covid-19, Was’ari menyampaikan, belum semua sekolah bisa melakukan dengan maksimal.

Tanpa persiapan sebelumnya, mendadak KBM dilakukan secara mandiri dan secara daring. Padahal di lapangan, ada beberapa kendala di lapangan untuk melaksanakan proses belajar t ersebut. Diantaranya berkaitan dengan kepemilikan gawai oleh siswa, kendala sinyal dan biaya yang ditimbulkan dari dilaksanakannya pembelajaran daring. (Sari/Red-06)

 

 

 

BERITA LAINNYA