Take a fresh look at your lifestyle.

Guru Honorer Berharap Dipermudah Mengikuti PPG

354

PANGKAH- Para guru honorer non kategori berharap agar dipermudah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selama ini, mereka kesulitan mengikuti PPG karena tidak adanya SK Bupati.

“Selama ini honorer sulit mengikuti PPG. Untuk mengikuti PPG harus ada SK Bupati. Sementara honorer  di sekolah swasta cukup dengan SK yayasan,”sebut Ketua Perkumpulan Honorer Sekolah Negeri (PHSN) Kabupten Tegal, Aenurrofiq Abdiwibowo, Senin (25/11) lalu.

Menurut Aenurrofiq, adanya  sertifikat pendidik, akan sangat membantu pelamar CPNS formasi guru. Dengan sertifikat pendidik, pelamar  akan langsung dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Oleh karena itu, kami minta kepada Pemkab Tegal  membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru honorer non kategori, sehingga dengan adanya SK Bupati kami bisa ikut PPG,”sebutnya.

Diakui olehnya,ribuan  guru honorer terbantu dengan adanya bantuan kesejahteraan yang diberikan Pemkab Tegal. Sejak 2016 sampai saat  ini, bantun yang diberikan mengalami kenaikkan.

Pada tahun 2016 bantuan dari Pemkab Tegal bagi  guru honorer dialokasikan Rp 8 miliar. Kemudian pada 2019 naik menjadi Rp 16 miliar dan tahun 2020 naik menjadi Rp 20 miliar. Bantuan ini diberikan kepada 3.450 guru honorer. Mereka akan mendapat bantuan Rp 500 ribu per bulan. Bantuan diberikan setiap tiga bulan sekali.

Untuk itu, PHSN menyampaikan terima kasih kepada Pemkab  Tegal dan DPRD Kabupaten Tegal yang telah memperhatikan kesejahteraan guru honorer.

Sebagai rasa terima kasih kepada Pemkab, pada upacara Peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 yang dilaksanakan di SMA 1 Pangkah, Senin (25/11) lalu,  Keluarga Besar Komunitas Pena Emas 1.000.000 Honorer Non Kategori Indonesia Perkumpulan Honorer  Sekolah Negeri (PHSN) Kabupaten Tegal menyerahkan  Piagam Komunikasi Aspirasi Perjuangan kepada Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, yang hari itu menjadi inspektur upacara.

Selain Wabup, piagam penghargaan serupa juga diserahkan kepada Ketua PGRI Kabupaten Tegal Ahmad Wasari , Kepala Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan , Torik.

Aenurrofiq   mengatakan, piagam diserahkan sebagai ungkapan terima kasih kepada Wakil Bupati Tegal dari Keluarga Besar Komunitas Pena Emas PGHRI DPP, DPD Forum Honorer Non Kategori Indonesia dan Perkumpulan Honorer Sekolah Negeri, yang dapat menerima permohonan guna memperoleh pembinaan, peningkatan mutu, kesejahteraan bagi honorer non kategori pendidikdan tenaga kependidikan.

“Semoga persembahan ini menjadi bukti konkrit kepedulian Wakil Bupati Sabilillah Ardie yang telah menerima permohonan, memberikan payung hukum peningkatan kesejahteraan dan atas terbitnya kebijakan rekrutmen PPPK tahap I,”sebut Aenurrofiq.

Aenurrofiq berharap, Pemkab Tegal ke depan  akan membuka rekrutmen PPPK tahap II, yang diperuntukkan bagi honorer non kategori di Kabupaten Tegal.

Didampingi sejumlah guru honorer non kategori, Aenurrofiq menyebutkan, piagam penghargaan juga akan diberikan kepada Bupati Tegal, Ketua DPRD dan Komisi IV.

Sementara itu, terkait PPG, Kepala Bidang PPTK Dinas Dikbud, Torik menyebutkan, sampai saat ini aturannya masih sama, yakni harus ada SK Bupati.

“Upaya kita ke Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sudah dilakukan tapi LPMP yang memegang kendali masih belum mengubah karena belum ada instruksi dari pusat. Kami masih menunggu informasi dari kementerian,sebutnya. (Sari/Red 06)

 

 

BERITA LAINNYA