Take a fresh look at your lifestyle.

Dua Pasar Tradisional Terapkan Pembayaran Retribusi Elektronik

144

DUKUHTURI- Pembayaran retribusi pasar secara elektronik (e-retribusi) mulai diterapkan di dua pasar tradisional di Kabupaten Tegal. Dua pasar tersebut yakni, Pasar Pepedan dan Pasar Kupu yang ada di Kecamatan Dukuhturi.

Sistem pembayaran retribusi pasar secara elektronik secara resmi diluncurkan oleh Bupati Tegal, Umi Azizah, Rabu (10/6). Hadir pula Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardi pada acara yang membatasi jumlah peserta karena menerapkan protokol kesehatan.

Umi mengatakan, penggunaan e-retribusi merupakan bagian dari gerakan nasional non tunai untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan penggunaan uang elektronik.

“Salah satu tujuan dari pembayaran retribusi secara elektronik adalah untuk membiasakan transaksi nontunai di kalangan masyarakat. Harapannya akan terbentuk komunitas masyarakat yang lebih aktif dalam menggunakan transaksi nontunai atau less cash society,” kata Umi.

Dengan menggunakan e-retribusi, juga memudahkan pemantauan secara real time pada penerimaan pendapatan daerah dari
retribusi pasar. Selain itu, memberikan kepastian besaran nominal retribusi yang harus dibayarkan warga pedagang kepada pemerintah.

“Transaksi pembayaran nontunai menjamin tagihan retribusi yang dibayarkan pedagang itu pas, tidak kurang, tidak lebih,”
kata Umi.

Menurutnya, kepastian nominal pada setiap transaksi pembayaran sangat penting artinya dalam menumbuhkan sikap saling percaya. Pihaknya tidak ingin ada petugas pemungut retribusi pasar yang kemudian disudutkan karena menerima kelebihan uang kembalian dari para pedagang yang seharusnya dikembalikan karena memang bukan haknya, termasuk mencegah petugas yang lalai karena memegang uang tunai dalam jumlah besar yang seharusnya disetorkan ke kas daerah.

Umi berharap, penerapan e-retribusi diperluas ke pasar tradisional lainnya. Demikian pula, transaksi jual beli antara pedagang dengan konsumen / pembeli mulai didorong menggunakan pembayaran nontunai lewat platform e-money yang sudah jamak digunakan masyarakat.

Sedikitnya sudah ada 761 pedagang di Pasar Pepedan dan 132 pedagang di Pasar Kupu yang telah mengantongi kartu e- retribusi dari Bank Jateng. Dengan kartu tersebut, para pedagang tidak perlu lagi repot menyiapkan pecahan uang rupiah untuk membayar retribusi pasar setiap harinya.

Setelah melakukan pengisian saldo, pedagang pasar bisa menggunakan kartunya dengan cara ditempel pada mesin pembaca
yang dibawa oleh petugas pemungut retribusi. Mesin tersebut secara otomatis akan memotong saldo milik pedagang sesuai
jumlah tagihan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, Supriyanti mengatakan, pemilihan kedua pasar sebagai
percontohan penerapan e-retribusi lebih karena pertimbangan jumlah pedagang.

“Kedua pasar merepresentasikan jumlah pedagang dalam jumlah banyak dan sedikit. Dari keduanya akan bisa kita evaluasi efektifitas dan efisiensi penerapan e-retribusi,” jelasnya.

Suspriyanti menambahkan, pola pembayaran nontunai ini dinilai mampu meminimalisir interaksi pertukaran uang kartal yang di masa pandemi Covid-19 diidentifikasi sebagai media penularan virus Korona. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA