Take a fresh look at your lifestyle.

DPRD Minta UPTD Metrologi Ajak Tera Timbangan Secara Rutin

160

PEKALONGAN – Komisi B DPRD Kota Pekalongan meminta UPTD Metrologi Legal Kota Pekalongan untuk melakukan tera timbangan di wilayahnya secara rutin tiap bulan. Hal itu sebagai upaya melindungi konsumen dari kecurangan pedagang pada konsumen.

Demikian ditegaskan Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Abdul Rozak ketika mengadakan sidak ke UPTD Metrologi Legal di bawah pengawasan Dindagkop-UKM setempat, kemarin. Sidak yang diikuti seluruh anggota Komisi B itu ditemui Kepala UPTD Metrologi, Very Yudianto dengan beberapa staf.

Beberapa anggota DPRD mensinyalir ada beberapa pedagang yang timbangannya tidak standar. Kebanyakan, timbangan itu menggunakan elektronik, sehingga konsumen tidak mengetahui bila timbangan itu tidak standar. Karena itu, timbangan tersebut harus ditera ulang.

Rozak mengatakan, Metrologi mengaku belum melakukan tera ulang timbangan ke beberapa pasar secara rutin. Hanya beberapa kali melakukan ke beberapa pasar. Bahkan sampai sekarang belum pernah melakukan tera timbangan di Pasar Banyurip dan pasar Grogolan, yang termasuk pasar besar di Kota Batik.

Padahal, kata Rozak, tera timbangan itu sudah ada payung hukumnya dengan diberlakukannya Perda nomor 11 Tahun 2019. ‘”Dengan tera rutin, maka akan melindungi konsumen dan akan mendapatkan pemasukan untuk kas Pemkot. Karena itu, Metrologi agar koordinasi dan mengajak Satpol PP untuk penegakan perda tersebut,’’ katanya.

Soal anggaran, DPRD siap membantu untuk menetapkan tambahan anggaran untuk metrologi yang akan digunakan untuk tera ulang secara rutin. ‘’Tera ulang itu diperlukan dalam upaya melindungi konsumen agar tidak dirugikan oleh pedagang yang bertindak curang seperti diatur dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999,’’ tegas Rozak.

Kepala Metrologi Kota Pekalongan, Very Yudianto mengaku siap untuk menindaklanjuti harapan DPRD. Hanya saja, sesuai instruksi pusat, sejak Maret tidak boleh melakukan tera timbangan sampai batas yang belum ditentukan karena adanya wabah Covid-19.

Mengenai target pendapatan tahun ini, kata dia ditetapkan Rp 80 juta. Hingga Maret lalu, pendapatannya sudah mencapai Rp 25 juta. ‘’Mudah-mudahan target itu bisa tercapai hingga akhir tahun,’’ katanya.

(trias.p-red2)

BERITA LAINNYA