Take a fresh look at your lifestyle.

DPRD Minta Pemkot Tegal Tambah Dana Penanganan Covid-19

252

TEGAL – Wakil Walikota Tegal, Muhamad Jumadi menyebut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengambil masa inkubasi pajang dan dapat dilanjutkan kembali jika masih didapati penyebaran Covid-19.

“Kriteria wilayah yang menerapkan PSBB yakni memiliki peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat Covid-19 secara signifikan dan cepat, serta memiliki kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah lain,” ujar Jumadi kepada anggota DPRD Kota Tegal dalam rapat dengar pendapat (RDP), Senin (20/4).

Menurut Jumadi, PSBB melingkupi pembatasan sejumlah kegiatan penduduk tertentu dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19. Seperti meliburkan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan maupun sosial budaya, pembatasan moda transportasi dan kegiatan lain.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor dua di Kota Tegal itu meminta kepada DPRD untuk bisa bersinergi, mengingat dua hari mendatang akan diterapkan PSBB. Persiapan yang cukup singkat diharap bisa memberikan dampak yang cukup baik dan dapat dievaluasi bersama-sama.

“Lima hari persiapan, saya kira wajar jika masih ada yang perlu didetailkan lagi. Terutama dalam hal anggaran,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro menilai dana yang disiapkan Pemerintah Kota Tegal untuk menangani penanganan percepatan Covid-19 sebesar Rp 37 miliar dinilai masih kurang. Pihaknya berharap Pemkot dapat menganggarkan setidaknya Rp 50 miliar.

Jika tidak, ada pemanfaatan dari cadangan tidak terduga sebesar Rp 25 miliar. Sebab, pemanfaatan dana tidak hanya kepada yang terdampak (warga miskin-red), melainkan pula orang tidak mampu baru yang kehilangan pekerjaannya dan mata pencahariannya.

“Rp 25 miliar itu didapatkan dari realokasi anggaran sebesar Rp 23 miliar dan Rp 2 miliar dari dana tak terduga yang sesungguhnya. Sebab, lebih baik mencadangkan lebih banyak, dari pada kekurangan,” tandasnya. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA