Take a fresh look at your lifestyle.

DPK Usulkan UMK Kota Tegal Tahun 2020 Sebesar Rp. 1.925.000

161

 

TEGAL- Dewan Pengupahan Kota (DPK) Kota Tegal menyepakati untuk mengusulkan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Tegal tahun 2020 sebesar Rp. 1.925.000 atau naik sebesar Rp. 163.000 dari UMK tahun 2019 Rp. 1.762.000.

Usulan itu disepakati setelah DPK menggelar sidang pleno pembahasan rekomendasi penetapan UMK 2020 yang dibuka Wali Kota Dedy Yon Supriyono, di Hotel Grand Dian Guci, Kabupaten Tegal, Rabu (30/10).

Rapat yang beranggotakan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja dipimpin Ketua DPK Heru Setyawan yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin).

Dihadiri Plt. Sekda Imam Badarudin sebagai pengarah DPK, Wakil Ketua DPK Jaka Waskito, sekretaris Jaka Eka Syaifi
serta anggota DPK masa periode 2019-2021.

Di antaranya Misbahul Ulum, Novie Y, Gunawan Adhi, Erni Wijayanti, Mujiharti, Kusdianingsih, Fajar Santoso, Saunan Rosyid, Muliadi, Achmad Natsir, Doni Irawan, dan Edy Purwanto.

Wali Kota Dedy Yon mengatakan, setelah ditetapkan, ia berharap antara pengusaha dan pekerja sama-sama sepakat untuk kesejahteraan bersama.

Khusunya pengusaha juga tidak merasa terbebani dan seluruh perusahaan bisa melaksanakannya mulai tahun depan. “Saya berharap pengusaha juga tidak terbebani, karena memang situasi ekonomi mungkin sedang tidak stabil,” kata dia.

Kepala Disnakerin Heru Setyawan mengatakan, pengusulan upah minimum menggunakan formula  sesuai Pasal 44 Peraturan Pemerintah No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Penghitungan menggunakan UMK tahun 2019 Rp. 1.762.000 sebagai dasar penghitungan, serta memperhatikan angka inflasi nasional 3,39 persen, dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen.

Selanjutnya berita acara akan diserahkan ke Wali Kota Dedy Yon untuk selanjutnya diusulkan ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo paling lambat Senin, 4 November 2019.

“Nanti kita sosialisasi dan maping ke perusahaan yang ada di Kota Tegal. Kalau misal belum bisa menerapkan harus ada alasan, dan harus ada target kapan bisa direalisasikan UMK,” pungkasnya. (Enn/Red4)

BERITA LAINNYA