Take a fresh look at your lifestyle.

Distribusikan Sembako Covid-19, Kesiapan BUMDes Dipertanyakan

161

SLAWI – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Tegal yang dilibatkan dalam pendistribusian sembako bagi terdampak Covid-19, dipertanyakan kesiapannya. Pasalnya, tidak semua BUMDes memiliki badan usaha yang membidangi usaha pangan.

“Apakah BUMDes yang telah lolos verifikasi memiliki badan usaha jual beli. Jika tidak memiliki, maka akan kesulitan,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, H Khaerul Soleh, Rabu (10/6).

Dikatakan, BUMDes yang dibuat desa kebanyakan mengelola tentang sampah, pariwisata, dan simpan pinjam. Disinyalir, BUMDes yang mengelola perdagangan sangat sedikit. Ia mencontohnya, BUMDes yang mengelola perdagangan, yakni BUMDes Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah yang telah memiliki supermarket.

“SDM harus dipersiapkan. Kalau sudah berpengalaman dalam jual beli, maka akan lebih mudah. Jika tidak, apakah BUMDes itu mampu?,” ujar politisi PPP itu.

Lebih lanjut dikatakan, BUMDes juga harus mempersiapkan tempat penyimpanan bagi sembako yang mudah busuk. BUMDes juga harus bertanggungjawab jika ada sembako yang tidak layak konsumsi. BUMDes harus mengganti dengan sembako yang layak konsumsi.

“Kami menyangsikan modal BUMDes. Apakah mampu membeli barang dari suplaiyer,” katanya.

Ditambahkan, untuk pengadaan beras dihimbau untuk bekerjasama dengan Bulog. Pasalnya, beras harus ada uji kualitas beras, dan yang bisa melakukan Bulog.

“Tapi kalau BUMDes bisa uji kualitas beras, tidak perlu kerjasama dengan Bulog. Tapi, jika ada beras yang rusak harus diganti,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA