Take a fresh look at your lifestyle.

Disporapar Berlakukan Satu Pintu untuk Wisatawan OW PAI

92

TEGAL, smpantura.com – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tegal, memberlakukan sistem satu pintu untuk pengunjung yang akan masuk ke Obyek Wisata Pantai Alam Indah (PAI), setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Kebijakan itu diambil, untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi memunculkan kluster Covid-19 di sektor pariwisata.

Kepala Disporapar Kota Tegal, Cucuk Daryanto melalui Kepala Bidang Pariwisata, Maman Suherman mengatakan, sistem satu pintu masuk OW PAI ditetapkan setelah Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengikuti rapat evaluasi PPKM yang dipimpin Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan.

“Kita berlakukan mulai akhir Oktober lalu. Alhamdulillah hasil evaluasi, banyak hal-hal baik yang didapat, meski sempat mendapat protes dari pengunjung,” ungkap Maman, Minggu (7/11).

Lebih lanjut Maman menjelaskan, dampak positif ditetapkannya sistem satu pintu itu tidak lain mampu mengontrol jumlah pengunjung yang datang dan memantau penerapan protokol kesehatan (prokes).

Adapun sistem satu pintu itu yakni pengunjung hanya diperbolehkan masuk dengan berjalan kaki. Sementara kendaraan mereka, diarahkan untuk parkir di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) yang berdekatan dengan loket masuk PAI.

“Dengan luas sekira 15 hektar, OW PAI mampu menampung sekitar 6.000 pengunjung. Namun, selama pandemi dibatasi 25-50 persen saja. Begitu status Level PPKM Kota Tegal, turun menjadi Level 1, baru ditambah kapasitasnya menjadi 75 persen,” pungkasnya.

Selama dibuka terbatas, sambung Maman, dalam satu hari jumlah pengunjung OW PAI selama pandemi bertahan pada angka sekira 1.500 hingga 2.000 orang.

Untuk memantau mobilitas pengunjung, telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu yang terdiri dari TNI Polri dan Satpol PP. Tugas mereka, salah satunya mengontrol penerapan prokes dan meminimalisir terjadinya kerumunan.

“Saat akan masuk sudah ada pemeriksaan suhu badan dan prokes. Begitu di kawasan wisata, ada satgas terpadu yang patroli,” tandasnya.

Ditambahkan Maman, tren saat ini mayoritas pengunjung OW PAI berasal dari luar daerah, seperti kota tetangga dan warga Jawa Barat. Itu terpantau dari banyaknya kendaraan bernomor polisi (nopol) E, D hingga B.

Dengan ditetapkannya sejumlah kebijakan, Maman optimis perolehan sektor pariwisata mampu memenuhi Pendapat Asli Daerah (PAD) hingga 50 persen dari total Rp 2,6 Miliar.

“Sampai akhir Desember kita optimis bisa mencapai 50 persen, karena tren pengunjung wisata semakin membaik. Sejauh ini sudah mencapai sekitar 17 persen,” tutupnya.

Salah seorang pengunjung PAI, Prasetyawan (38) mengaku tertarik datang ke Kota Tegal, lantaran masih banyak tempat wisata di Jawa Barat yang masih tutup. Kendati harus berjalan kaki saat masuk ke PAI, pria dua anak ini tak keberatan dan mau untuk mematuhi aturan.

“Kebetulan melintas, jadi sekalian mampir. Karena di sana (Jabar-red) masih banyak yang tutup. Ya tipis-tipis liburan sambil silaturahmi dengan kerabat di sini, biar imunnya bagus juga,” ucapnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA