Take a fresh look at your lifestyle.

Disoal, Pengadaan Beras dan Masker Covid-19

220

SLAWI – Pengadaan beras bagi masyarakat yang terdampak Virus Korona (Covid-19) di Kabupaten Tegal yang dikelola Dinas Sosial (Dinsos) dan pengadaan masker yang dikelola Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapatkan kritikan dari Anggota DPRD Kabupaten Tegal. Dua dinas itu seharusnya fokus terhadap persoalan penanganan Covid-19, bukan sibuk melakukan pengadaan barang.

“Dinkes seharusnya fokus terhadap penanganan pasien Korona, dan Dinsos fokus pendataan serta penyaluran bantuan,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni, Rabu (22/4).

Politisi Golkar itu menilai kerja berat dua dinas tersebut akan mengurangi kinerja dalam penanganan wabah Korona di Kabupaten Tegal. Selain itu, dikhawatirkan akan mengganggu imunitas para pegawainya, sehingga rentan terhadap serangan Virus Korona. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar OPD lainnya untuk membantu kerja Dinsos dan Dinkes.

“Kasihan dua OPD itu sibuk sekali. Nanti kelelahan, nanti imunnya turun gampang terdampak Korona,” ujar pria yang akrab disapa Jeni itu.

Jeni menyarankan untuk pengadaan 1 juta masker bisa melibatkan OPD yang membidangi soal UMKM. Hal itu sangat membantu UMKM dalam mengatasi persoalan ekonomi di saat pendemi Covid-19. Selain itu, untuk pengadaan beras bisa minta bantuan kepada Dinas Pertanian. Dinas itu bisa memberdayakan petani lokal dalam menyediaan beras bagi masyarakat yang berdampak Korona. Untuk pengadaan barang-barang lainnya juga bisa berkoordinasi dengan dinas lainnya yang membidangi. Seperti halnya, pengadaan telor bisa ke bidang peternakan, dan pengadaan sembako lainnya bisa ke Dinas Perdagangan.

“Semuanya bergerak dan memaksimalkan potensi lokal yang ada. Ini juga dilakukan Pemprov Jateng dalam menangani Covid-19,” ujarnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA