Take a fresh look at your lifestyle.

Disnakerin Kota Tegal Wajibkan Perusahaan Bentuk LKS Bipartit

199

TEGAL-Semua perusahaan wajib membentuk Lembaga Kerjasama (LKS) Bipartit sebagai forum komunikasi antara pengusaha dan serikat buruh atau pekerja dalam satu perusahaan.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, R. Heru Setyawan saat membuka kegiatan pembinaan LKS Bipartit, di Ruang Rapat Disnakerin di Jl. Hang Tuang Kota Tegal, kemarin.

Menurut Heru, melalui LKS Bipartit diharapkan bisa menjadi salah satu sarana hubungan industrial guna menciptakan hubungan yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.

“Kalau bisa, selambatnya akhir September perusahaan yang belum membentuk LKS Bipartit sudah harus selesai membentuk,” tegas Heru

Menurut Heru, perlu adanya hubungan yang harmonis di dalam perusahaan. Hal itu sangat penting karena jika terdapat perbedaan pemahaman akan lebih mudah dilakukan harmonisasi antar pengusaha dan pekerja melalui LKS Bipartit.

“Pada dasarnya serikat pekerja atau serikat buruh dan pengusaha mempunyai tujuan yang sama dengan adanya saling ketergantungan dan saling membutuhkan dalam pelaksanaan hubungan industrial,” ungkap Heru.

Untuk itu diharapkan melalui kegiatan ini baik serikat pekerja maupun pengusaha dapat lebih mengetahui peran dan fungsinya dengan baik.

Sehingga dapat tercapai apa yang menjadi tujuan bersama. Yaitu memajukan perusahaan, meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja, Jaka Eka Syaifi menambahkan, kegiatan itu bertujuan memberikan pembinaan kepada LKS Bipartit mengenai peraturan ketenagakerjaan bagi pekerja dan pengusaha.

Sasaran yang ingin dicapai antara lain memberikan pencerahan dan pemahaman dalam menyelesaikan masalah jika LKS Bipartit menghadapi perselisihan.

“Sehingga industrial peace di wilayah Kota Kota Tegal dapat terwujud. Selain itu dengan kegiatan ini perusahan-perusahan dapat lebih mengetahui tujuan, fungsi dan tugas dari LKS Bipartit,” pungkas Jaka.

Ditambahkan, saat ini Disnakerin sedang membangun sebuah sistem aplikasi untuk mempermudah perusahaan dalam melaporkan kegiatan-kegiatan Bipartit yang telah dilaksanakan.

Nantinya laporan kegiatan tersebut dilakukan secara online melalui sistem yang sedang dibangun. Aplikasi ini merupakan bagian dari fitur Sistem LAPURSIJAJA (http://lapursijaja.tegalkota.go.id/).

Selain dihadiri perwakilan perusahaan, hadir pula
Mediator HI Mujiarti, SH.MH, dan Kasi PHI, Siti Chomsiah, S.Sos sebagai pemberi materi sosialisasi. (Setyadi/Red4)

BERITA LAINNYA