Take a fresh look at your lifestyle.

Disidang, Terdakwa Pemalsu dan Penjual Merek Cardinal

- Hadirkan Lima Saksi

KAJEN – Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan menggelar sidang perkara pemalsuan dan penjualan celana merek Cardinal yang dipimpin Hakim Ketua, Elin Pujiastuti, tadi siang. Dalam kasus ini, ada dua terdakwa yakni Ahmad Sokhibal Waladah (29), warga Kecamatan Kedungwuni dan Susanto (38), warga Ulujami, Pemalang. Kemudian juga menghadirkan lima saksi, di antaranya Galih dari pihak kepolisian atau anggota Polres Pekalongan, kemudian Sufiyanto, staff ahli PT Mulit Gramenjaya, Bandung yang memiliki merek Cardinal.
Berikutnya Yanuar, warga Wiradesa, Istirokhi dan Istikhrori, keduanya warga Kecamatan Kedungwuni. Lantaran sekarang masih ada pandemi covid 19, maka sidang berlangsung secara virtual. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Novi Rizka dan para saksi dihadirkan di kantor Kejaksaan Negeri Kajen dan hakim serta dua terdakwa di kantor PN Pekalongan.
Dalam keterangannya Galih menjelaskan awalnya pada bulan April, Sufiyanto mengadu perjualan penjualan merek Cardinal di Kota Santri menurun drastis. Dari laporan itu, kemudian pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan beberapa hari kemudian menangkap terdawa Sokhibal yang sedang transaksi penjualan.
Saat diperiksa, terdakwa mengaku mendapatkan barang itu dari Susanto, namun setelah dicari yang bersangkutan melarikan diri. Lima bulan kemudian akhirnya tertangkap dan membenarkan telah melakukan hal tersebut. Kedua terdakwa ini melakukan kesalahan yang berbeda, Sokhibal sebagai penjual dan Susanto yang memalsukan.
Sedangkan saksi korban dalam persidangan mengatakan seperti lantaran cukup berkurang penjualan celana Cardinal di Kabupaten Pekalongan, lalu mengadu ke Polres Pekalongan. Kemudian dia juga minta tolong Yanuar untuk mencari orang yang menjual celana palsu yang bermerek produksi perusahaannya. Adapun saksi Yanuar menjelaskan dimintai tolong oleh saksi korban untuk membeli celana merek Cardinal palsu yang dijual oleh Sokhibal.
Dua kali traksaksi jual beli dilakukan di alun alun Bebekan Kedungwuni, yang pertama setengah lusin dan kedua sekitar dua lusin. Ketika sedang transaksi, saksi dari Polres Pekalongan datang dan melakukan penangkapan.
Selanjutnya saksi Istirokhi bertugas hanya sebagai pengantar sehingga tidak tahu kalau celana tersebut palsu karena sudah dalam kemasan. Adapun saksi terakhir, Istikhrori hanya mengenalkan Susanto dan Sokhibal dan tidak mengetahui dengan adanya perkara tersebut.
Usai sidang, saksi Sufiyanto mengatakan dalam perkara ini pihak perusahannya cukup dirugikan. Dalam berpoduksi, perusahaannya membutuhkan biaya yang besar seperti bahan-bahan yang berkwalitas sehingga saat dipakai konsumen merasa nyaman. Perusahannya juga memiliki karyawan cukup banyak dan jika terus menerus dipalsukan maka bakal merugi.
Dengan tertangkapnya kedua terdakwa, harapannya kasus atau perkara itu jangan sampai terulang. Bukan hanya bisa merugikan pihak lain namun konsekweni bagi yag melakukannya cukup berat yang ditahan. (PO5- Red)

BERITA LAINNYA