Take a fresh look at your lifestyle.

Disdikbud Atur Skema Belajar, Jika Sekolah Kembali Dibuka

191

TEGAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal masih menunggu instruksi dari Pemerintah, perihal kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa secara tatap muka. Sejauh ini, seluruh siswa di Kota Bahari masih menerapkan KBM secara daring atau online.

“Mengacu Permenkes mengenai new normal dan Permendagri tentang new normal, di dalamnya memang belum mengatur tentang pendidikan secara eksplisit. Untuk itu, kami masih menunggu dan terus melakukan koordinasi,” terang Plt Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi, Selasa (9/6).

Fahmi meyakini, instruksi yang akan dikeluarkan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Mendikbud) masih menunggu keputusan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid tingkat nasional. Sejauh ini, pihaknya terus merangkum kebutuhan apa saja yang akan digunakan jika sekolah kembali dibuka.

Jika diperbolehkan dan diizinkan buka, maka sekolah harus siap memenuhi sejumlah kriteria. Seperti misalnya, menerapkan protokol kesehatan secara umum, baik memeriksa suhu tubuh (screening) saat akan masuk lingkungan sekolah, melakukan cuci tangan dan wajib memakai masker.

“Sarana dan prasarana di sekolah harus disterilkan, baik sebelum maupun setelah digunakan,” katanya.

Ditambahkan Fahmi, pembelajaran di sekolah pada tatanan new normal juga menyesuaikan dengan jumlah siswa di setiap kelasnya. Jika jumlah rombongan belajar mencapai 25 hingga 30 orang, maka satu kelas wajib membagi waktu belajar.

“Misal 15 siswa hari ini berangkat sebagai sif pertama. Maka, keesokan harinya bergantian dengan 15 siswa yang masuk dari sif dua. Jadi yang satu bangku tadinya dipakai dua siswa, nanti hanya satu siswa saja. Ini untuk memastikan diterapkannya physical distancing,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, pada saat jam istirahat, siswa juga dibatasi melakukan aktivitas di luar kelas. Disdikbud menghimbau, para siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah masing-masing dan menyantapnya di dalam kelas. Termasuk diantaranya membawa perlengkapan ibadah sendiri.

Dengan demikian, maka adanya kontak fisik dari para siswa akan terhindar. Dikemukakan Fahmi, beberapa poin kriteria tersebut telah disampaikan kepada seluruh sekolah di Kota Tegal melalui rapat online. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA