Take a fresh look at your lifestyle.

Dinsos Kabupaten Tegal Akui Akan Potong Dana Covid-19

205

SLAWI – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal mengakui baru rencana memotong dana jaminan sosial untuk terdampak Virus Korona (Covid-19) yang bersumber dari APBD II Kabupaten Tegal. Pemotongan sebesar 10 persen dari keuntungan e-warung, agen dan suplaiyer itu, direncanakan digunakan untuk operasional distribusi sembako ke masyarakat.

“Ini baru sebatas rencana, tapi karena beredar kabar kurang baik, sehingga rencana itu tidak jadi dilaksanakan,” kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Tegal, Sus Heriningsih saat rapat koordinasi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Selasa (2/6).

Dikatakan, rencana pemotongan itu sejalan dengan rencana pengalihan pengelolaan bantuan beras ke kecamatan yang sebelumnya dikelola Bulog. Namun, rencana pengalihan itu dibatalkan karena dari pihak kecamatan tidak bersedia untuk mengelola. Pemotongan 10 persen dimaksudkan untuk operasional kecamatan dalam pendistribusian beras. Pemotongan itu berasal dari keuntungan e-warung, agen dan suplaiyer.

“Belum ada pemotongan baru mimpi, dan tidak ada maksud apa-apa,” tegas Sus.

Terkait dengan penolakan sejumlah kades di Kecamatan Bojong, pihaknya sudah mengklarifikasi melalui kecamatan. Permintaan para kades untuk mengganti bantuan sembako dengan uang tunai, karena bantuan dari Pemerintah Pusat itu bentuknya bantuan non tunai. Sedangkan, sembako yang busuk disinyalir karena proses penyimpanan kurang baik di tingkat desa.

“Ada anggaran untuk desa Rp 8 ribu per KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Uang ini bisa digunakan untuk mengganti telur yang pecah,” terangnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Faroh meminta Dinsos untuk melibatkan PKH dan TKSK dalam pendistribusian. Hal itu dimaksudkan agar jika ada permasalahan bisa segera diatasi. Seperti halnya banyak telur yang pecah, PKH dan TKSK bisa langsung menyiasati dengan menggunakan anggaran Rp 8 ribu untuk menggantikan telur yang pecah. Jadi, sebelum dibagikan ke masyarakat sudah tidak ada masalah.

“Jadwal pendistribusian harus tepat, sehingga suplaiyer bisa mempersiapkan barangnya agar tidak busuk saat dibagikan ke masyarakat,” pintanya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA