Take a fresh look at your lifestyle.

Dinas Dikbud Tarik Buku Paket Tematik Kelas V SD

228

SLAWI-Pemkab Tegal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menarik buku tematik kelas V tahun 2013 untuk siswa SD. Sebelumnya buku-buku pelajaran itu sudah terdistribusi ke sejumlah sekolah dasar di 18 kecamatan.

Penarikan buku paket ini disampaikan melalui surat nomor 420/04/51730 tanggal 19 Februari 2020 yang ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Dikbud , Akhmad Was’ari . Surat penarikan buku paket itu ditujukan kepada Koordinator Dikbud Wilayah Kecamatan se-Kabupaten Tegal.

Disampaikan melalui surat tersebut , penarikan itu didasari surat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tegal Nomor: B-19/M.3.34/Dsb.1/02/2020. Surat tersebut berisi perihal pengawasan barang cetakan buku tematik kelas V (K 2013).

Disebutkan, bahwa dalam buku tematik kelas V tahun 2013, pada halaman 45 tema 7 tercantum nama organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi radikal. Surat penarikan buku paket itu bernomor 420/04/51730 tertanggal 19 Februari 2020, yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Akhmad Was’ari.

Akhmad Was’ari mengimbau kepada seluruh koordinator dikbud wilayah kecamatan atau KWK untuk mengumpulkan buku tersebut di Kantor KKWK.

“Buku yang telah dikumpulkan akan dipelajari . Bagi  sekolah yang belum membeli buku tersebut agar diimbau untuk menunda pembelian buku tersebut,” sebutnya.

Was’ari mengatakan, masalah tersebut saat ini ditangani oleh bidang Pendidikan Dasar Dinas Dikbud.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Dikbud, Satiyo menyebutkan, sejak kemarin sudah ada sekolah yang mengumpulkan ke KWK.

Berkaitan dengan penggantian buku, Satiyo mengatakan, Dinas Dikbud akan mempelajari buku tersebut terlebih dulu. Selanjutnya akan ditindaklanjuti.

Menurutnya ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan, yakni dengan menghilangkan halaman yang bermasalah, atau sekolah membeli buku baru dengan BOS. “Untuk pengadaan buku baru butuh waktu,”sebutnya, Jumat (21/2).

Satiyomenyebutkan, dalam buku itu disebutkan NU dan sejumlah organisasi lain sebagai organisasi  radikal/keras pada Hindia Belanda.

Buku tersebut, merupakan buku sekolah elektronik (BSE) yakni  buku wajib K-13 dari pemerintah. Pihaknya mendapat surat dari Kejadi dua hari lalu.

Untuk sementara, kata dia, sekolah bisa menggunakan buku lain. Selanjutnya guru diminta memberi pemahaman  kepada siswa terkait materi tersebut. (Sari/Red–06)

 

 

 

BERITA LAINNYA