Take a fresh look at your lifestyle.

Diduga Aniaya Asistennya, WNA Asal Korea Dilaporkan ke Polisi

193

BREBES – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea, yang menjabat General Manager sebuah Pabrik Garmen, di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, dilaporkan ke polisi. Ia dilaporkan karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap asisten pribadinya, Nia Kusniawati (35), warga Jalan Lagoa Gang V B II No 32 Desa Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Akibat tindakan itu, korban kini mengalami cedera di paha bagian kanan. Korban juga mengalami kesulitan berjalan karena lukannya tersebut. Atas kasus itu, korban bersama suaminya, Idris (35) mendatangi Mapolres Brebes, Selasa (17/9). Mereka datang untuk menanyakan penanganan kasus dugaan penganiayaan tersebut. Sebab, sebelumnya kasus itu sudah dilaporkan ke Polsek Bulakamba dan dilimpahkan ke Polres Brebes.

“Ya saya dating untuk menanyakan perkembangan penangangan kasus penganiayaan yang menimpa saya ini. Penganiayaan ini dilakukan atasan saya, Lee Hyung Kwan alias Tuan Leo selaku General Manager PT Daehan Global, di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes,” ujar Nia Kusniawati (35) saat ditemui di Mapolres Brebes didampingi suaminya, Selasa (17/9)

Dia mengungkapkan, kasus dugaan penganiayaan itu terjadi pada Kamis malam (5/9) lalu, saat dirinya masih bekerja di pabrik garmen milik PT Daehan Global. Aksi penganiayaan yang dilakukan atasanya itu dipicu masalah pekerjaan. Bermula saat dirinya diminta atasannya untuk mengerjakan tugas sekitar pukul 17.00, dan tugas itu harus selesai pukul 19.00. Lantaran tugas yang diberikan cukup banyak, ia memberikan penjelasan kepada atasannya jika tugas tersebut membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Atas penjelasan itu, semula atasannya tidak keberatan dan tugasnya bisa diselesaikan semampunya.

Kemudian sekitar pukul 20.00, lanjut dia, dirinya pamit ke atasan untuk pulang dan tugas baru diselesaikan sebagian. Saat mau pulang, ia bertemu atasannya di lobi kantor dan menanyakan soal tugas tersebut. Mendapat jawaban tugas baru selesai sebagaian, atasannya marah-marah. Ia bersama tiga staf kantor lainnya diminta kembali ke ruang kerja di lantai dua. Di tempat itu, atasannya terus marah-marah dan meminta tugas yang diberikan dilanjutkan. “Saat itu lah, atasan saya ini mendadak memukul saya di bagian paha kanan. Ya kalau saya rasakan pukulanya keras, dan mengenai bekas luka akibat kecelakaan,” ungkapnya.

Usai terjadi pemukulan, kata dia, ia masih terus dimarahi atasannya. Sekitar pukul 22.00, kaki yang dipukul mendadak kram dan terasa sangat sakit. Bahkan, untuk digerakan sangat sulit. Setelah itu, ia disuruh pulang. Bahkan, saat pulang kakinya terpaksa harus diseret karena sulit untuk berjalan. “Kasus ini sudah saya laporkan ke polis, sehari setelah kejadian. Saya awalnya melaporkan ke Mapolsek Bulakamba dengan nomor laporan SPTLA/ 111/XI/2019 pada 6 September lalu.  Informasinya, kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Brebes. Makanya, saya datang ke Mapolres Brebes untuk mengetahui perkembangannya bagaimana,” terangnya.

Suami korban, Idris (35) mengatakan, sebelum terjadi penganiayaan itu, kondisi kaki istrinya sehat. Meski punya riwayat luka bekas kecelakaan, tetapi untuk jalan sudah normal, karena kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang paha itu terjadi pada 10 tahun lalu. Namun setelah terjadi pemukulan, istrinya kesulitan untuk berjalan. Bahkan, luka itu sudah diperiksakan beberapa kali ke RSUD Brebes, tetapi tak kunjung sembuh. Terakhir, istrinya diperiksa ke RSUD Brebes, dan oleh tim dokter diminta untuk memeriksakan ke dokter spesialis syaraf. Sebab ada dugaan syaraf bagian paha yang mengalami cedera. “Mas lihat sendiri tadi, istri saya masih kesulitan berjalan. Padahal sudah berulangkali diperiksakan ke dokter. Untuk saat ini, istri saya sedang menjalani terapi penyebuhan melalui cara alternatif. Ini karena kami terbentur biaya. Selama ini biaya berobat ditanggung sendiri,” ungkapnya

Perwakilan PT Daehan Global melalui Legal Perusahaannya, Nanang saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lantaran harus laporan ke pimpinan. “Mohon maaf, kalau masalah ini saya  belum bisa menjawab. Saya harus laporan dulu ke atasan saya,” katannya saat dihubungi melalui telepon.

Sementara, Kapolsek Bulakamba AKP Widiaspo saat dihubungi melalui telepon, telepon selulernya tidak diangkat. Terpisah, Kasubag Humas Polres Brebes Iptu Umi Antum Farich saat diminta konfirmasi mengatakan, untuk kasus itu nanti pihaknya koordinasikan terlebih dahulu dengan Kasat Reskrim.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA