Take a fresh look at your lifestyle.

Di Brebes, Harga Bawang Merah Tingkat Petani Merosot

525

BREBES, smpantura.com – Harga bawang merah di tingkat petani, di Kabupaten Brebes kini merosot. Harga bawang jenis askip super misalnya, yang semula mencapai Rp 17.000 – Rp 18.000 per kg, kini turun menjadi Rp 14.000 per kg. Kondisi itu menyebabkan para petani merugi, karena modal tanam dan hasilnya tidak sebanding.

Yuliana, salah seorang petani bawang merah di Kabupaten Brebes menuturkan, penurunan harga di tingkat petani mulai terjadi sejak dua minggu terakhir. Turunnya harga bawang itu, tidak hanya terjadi untuk jenis askip (kering), terapi juga terjadi untuk jenis rogolan. Bawang merah askip super saat ini harganya hanya Rp14.000 per kg, dan askip besar Rp 11.000 per kg. Padahal sebelumnya harga kedua jenis bawang merah tersebut Rp17.000 – Rp 18.000 per kg. “Kalau jenis askip biasa harganya Rp 9.000 – Rp 10.000 per kg, dari semula Rp11.000 per kg. Padahal kami baru bisa merasakan untung kalau harga bawang merah ini minimal Rp12,500 per kg,” katanya, kemarin.

Sedangkan untuk bawang rogolan, lanjut dia, juga mengalami penurunan. Saat ini harga bawang rogolan hanya Rp 8.000 per kg, dari sebelumnya yang mencapai Rp 12.000 per kg. Sementara untuk bawang rogolan kecil yang semula Rp 8.000 per kg, kini turun menjadi Rp 5.000 – Rp 6.000 per kg. “Untuk bibit, harganya juga turun. Awalnya Rp 40.000 per kg, tapi sekarang harganya Rp25.000 – Rp 3.0000 per kg,” ungkapnya.

Menurut dia, akibat kondisi itu, petani mengalami kerugian atas hasil panennya. Belum lagi, ditambah harga pupuk dan pestisida yang mengalami kenaikan. Diperparah lagi dengan beberapa daerah sentra bawang merah yang saat ini sedang mengalami panen raya, seperti di Majalengka, Demak, dan Bima (NTB). “Saya sendiri bingung kalau keadaannya seperti ini,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Maryono mengungkapkan, penurunan harga bawang hanya terjadi di tingkat petani. Sementara untuk tingkat pedagang atau di pasaran harganya masih relatif stabil. Saat ini stok bawang di Kabupaten Brebes juga cukup melimpah. Sehingga, harga di tingkat petani cukup rendah. “Kalau harga bawang di pasar dari bulan September sampai awal Nopember relatif stabil, dan tidak ada fluktuasi harga yang ekstrem,” ujarnya.

Dia merinci, pada pertengahan September lalu harga bawang merah di pasaran Rp 25.000 – Rp 26.000 per kg. Sedangkan pada akhir Oktober harganya cenderung naik yakni menjadi Rp 26.000 per kg. “Untuk awal Nopember ini, harga bawang merah di pasar rakyat Rp 25.000 per kg. Artinya, harga bawang merah di tingkat pedagang itu relatif stabil. Tapi ternyata harga di tingkat petani itu turun sangat drastis. Kami belum bisa memantau beberapa hari ke depan apakah harga bawang di pasar akan turun atau tidak,” pungkasnya. (T07-red)

BERITA LAINNYA