Take a fresh look at your lifestyle.

Dewi Aryani Ajak Masyarakat Cerdas Memilih Makanan Sehat

Perkuat daya imunitas dari virus

138

TEGAL – Dalam menghadapi kondisi keamanan kesehatan, masyarakat diajak untuk pandai memilah bahan pangan yang aman guna meningkatkan imunitas tubuh. Ajakan tersebut dilakukan Anggota Komisi 9 DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr Dewi Aryani bersama BPOM Semarang.

“Makanan memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tubuh. Utamanya seperti sekarang ini yang masih hangat dengan wabah virus korona,” terang Dewi Aryani membuka edukasi kepada masyarakat di Gedung Arofah, Kelurahan Kejambon, Selasa (17/3) siang.

Lebih lanjut Dewi menerangkan, dalam menghadapi virus dan kuman, bukan hanya makanan bergizi yang diasup, melainkan pula harus menjaga hidup bersih dengan sering mencuci tangan. Termasuk, rutin melakukan olahraga dan berjemur sinar matahari di pagi hari.

Selain Dewi Aryani, hadir pula Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni dan Dinas Kesehatan Kota Tegal. Secara bergantian, mereka menghimbau kepada warga untuk waspada terhadap beredarnya makanan dan minumam yang mengandung zat berbahaya.

“Saya minta kepada BPOM untuk rutin melakukan sidak ke pasar-pasar dan pabrik yang memproduksi makanan secara massal. Pastikan betul, produk mereka sudah memiliki izin edar. Karena izin edar menjadi salah satu indikasi jaminan dari bahan yang untuk tubuh kita,” tandasnya.

Kepala BPOM Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyebut, hingga saat ini Provinsi Jawa Tengah masih menduduki peringkat kedua di Indonesia yang makanannya mengandung bahan berbahaya. Seperti penggunaan borax, formalin, metanilelo, rhomadin B dan auramine.

Melalui kesempatan tersebut, pihaknya mengajak masyarakat menyikapi tata laksana dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona dan mensosialisasikan bagaimana meningkatkan imunitas dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi dan aman dari bahan berbahaya.

“Dengan masyarakat teredukasi, maka mereka akan cerdas memilih makanan yang sehat seperti apa. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dalam rangka pencegahan semua penyakit, tak terkecuali virus korona,” pungkasnya.

Ditambahkan dia, bukan hanya masyarakat selaku konsumen saja yang mendapat edukasi. Para pelaku usaha yang mayoritas industri rumahan juga memperoleh edukasi, pembinaan dan pengawasan. Mereka diminta tertib dan tidak bermain curang dalam hal pengolahan makanan dengan bahan berbahaya.

“Dari segi pelaku usha dan masyarakat sebagai konsumen harus bersamaan diedukasi. Karena selama masyarakat masih saja mencari, mengkonsumsi, membeli produk dan bahan yang berbahaya maka pelaku usaha akan membuat terus. Dengan alasan permintaan konsumen dan masyarakat,” pungkasnya. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA