Take a fresh look at your lifestyle.

Desa Sodong Basari Gelar Karnaval Anggoro Kasih

Sambut Pelantikan Penjabat Kepala Desa Pertama

170

PEMALANG – Masyarakat Desa Persiapan Sodong Basari, Kecamatan Belik menggelar karnaval Anggoro Kasih, baru-baru ini. Karnaval tersebut untuk memeriahkan pelantikan Penjabat Kepala Desa Persiapan Sodong Basari.

Desa Sodong Basari ini adalah hasil pemekaran dari Desa Sikasur, Kecamatan Belik. Desa masih dalam persiapan karena itu Bupati Juanedi melantik penjabat yakni Ediyanto seorang PNS yang sehari-harinya adalah adalah Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum, Kecamatan Belik.

Sementara itu karnaval Anggoro Kasih dilepas oleh Bupati Junaedi dari depan balai desa. Tokoh masyarakat Sodong Basari, Yusin mengatakan karnaval ini mengarak air kehidupan yang diambil dari tujuh buah mata air di Desa Sodong Basari.

“Air diambil oleh para sesepuh desa ditampung dalam 12 batang bambu gading kemudian dituang ke kendil,”kata Yusin. Bupati Junaedi lanjut dia mendapatkan kesempatan sebagai penuang pertama air kehidupan dari bambu gading ke dalam kendil.

Adapun jumlah batang bambu gading sebanyak 12 itu adalah simbol dari wilayah Desa Sodong Basari yang terdiri atas 12 RT. Air yang sudah dituang dalam kendil itu kemudian diarak keliling desa oleh masyarakat dengan diiringi oleh kelompok drumband, gunungan hasil bumi, kelompok-kelompok ormas dan kepemudaan.

Sementara itu pelantikan penjabat kepala desa menurut Bupati Pemalang, Junaedi adalah proses yang sejak sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat.”Hari ini bisa terwujud Desa Persiapan Sodong Basari, saya mengucapkan selamat kepada masyarakat Desa Sodong Basari,”kata Bupati.

Bupati mendoakan agar impian mewujudkan desa sendiri sampai tahap finish. Menurut dia kalau masyarakatnya dianggap mampu maka diteruskan sebaliknya apabila tidak mampu dan tidak mandiri maka dikembalikan ke desa awal.

Namun demikian Bupati yakin masyarakat Sodong Basari mampu membangun desanya dan Bupati berharap mendapatkan ridha, barokah dari Allah. “Pak Kades agar ayomi masyarakat dan berikan pelayanan terbaik,”pinta Bupati.

Sementara itu penjabat Kepala Desa yang dilantik mendapatkan tunjangan dan lain-lain yang sah. Ediyanto akan memimpin desa yang memiliki luas 365 kilometer persegi dihuni oleh 6.000 jiwa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Mayarakat Desa (Dinpermasdes) Tutuko Raharjo mengatakan penjabat kepala desa akan melaksanakan tugas sampai dengan dilantiknya kepala desa baru.”Diberi waktu antara dua sampai tiga tahun, nanti dilihat bagaimana kemajuannya kemudian Pemerintah Daerah akan menyusun Rancangan Peraturan Derah(Raperda) tentang pemekaran desa agar disetujui DPRD untuk dikonsultasikan ke Gubernur,”kata Tutuko.

Untuk perda tersebut kata dia memang berbeda dengan perda lainnya yakni harus mendapatkan persetujuan DPRD meskipun baru dalam bentuk rancangan. Apabila sudah disetujui DPRD maka tim dari Pemerintah Provinsi akan turun ke Pemalang. Dengan demikian proses menjadi desa baru hasil pemekaran ini masih membutuhkan waktu.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA