Take a fresh look at your lifestyle.

Demi Kemanusiaan, Kejari Brebes Hentikan Kasus Curi Ayam Demi Susu Anak

BREBES, smpantura.com – Kejaksaan Negeri Brebes, Jawa Tengah, menghentikan proses hukum kasus pencurian ayam dengan alasan kemanusiaan. Pelaku terpaksa mencuri ayam demi bisa membelikan susu bagi anaknya. Penghentian proses hukum ini dilakukan melalui restoratif justice atau penyelesaian perkara di luar pengadilan.

Suasana haru pecah saat Kepala Kejari Brebes Mernawarti menyatakan kasus tersebut tidak dilanjutkan di Pengadilan, Kamis (12/01/2022). Yusuf (23), pelaku kasus pencurian ayam ini, tak kuasa menahan haru dan bahagian saat mendengarkan keputusan ini. Ia didampingi kuasa hukumnya langsung bersimpuh dihadapan Tasori, pemilik ayam.

Kepala Kejari Brebes, Mernawati mengatakan, kasus ini dihentikan atas dasar kemanusiaan. Pelaku Yusuf terpaksa mencuri ayam milik korban karena terdesak kebutuhan membeli susu anaknya. “Kasus 363 ini sebenarnya bisa diancam hukuman 7 tahun penjara, tapi kami melihat kerugiannya, di mana terdakwa ini mencuri dua ekor ayam yang nilainya kurang dari Rp 1 juta. Setelah kami tanyakan kenapa berbuat seperti itu, ternyata karena tuntutan ekonomi. Pelaku ingin membeli susu anaknya,” ungkap kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Dari informasi yang didapat, lanjut dia, terdakwa Yusuf memang tergolong keluarga miskin. Atas dasar ini, selanjutnya Kejari Brebes mengajukan ekspos pada pimpinan untuk mendapat persetujuan penghentian proses hukum.”Kami ajukan ekspos ke pimpinan di Kejaksaan Agung, dan Alhamdulilah mendapat persetujuan. Kasus ini akhirnya dihentikan penuntutannya melalui keadilan restoratif,” jelasnya.

Selain alasan kemanusiaan, kata dia, keadilan restorarif ini juga didasari karena kerugian yang ditimbulkan kurang dari Rp 1 juta. Pelaku juga baru pertama melakukan aksi pencurian, dan adanya kerelaan dari pihak korban. “Sebenarnya syaratnya kasus hukum dengan ancaman kurang dari lima tahun. Nah kasus ini ancaman hukumannya 7 tahun, tapi karena kerugian kurang dari Rp 1 juta, maka diusulkan untuk dihentikan proses hukumnya. Kemudian, pihak korban juga telah sepakat tanpa syarat kepada terdakwa untuk melakukan perdamaian,” paparnya.

Sementara itu Penasehat Hukum Terdakwa, Turnya mengaku, sangat mengapresiasi pihak Kejari Brebes terkait reatorasi justice. Mengingat, terdakwa terpaksa mencuri dua ekor ayam karena sangat membutuhkan uang demi membeli susu anaknya. “Kami berterima kasih kepada Kejaksaan Brebes yang telah melakukan upaya keadilan restorasi. Melalui penyelesaian ini, terdakwa bisa kembali ke keluarga. Klien kami memang keluarga miskin, dan saat itu butuh untuk membeli susu,” ujarnya.

Yusuf (23) kepada wartawan menceritakan, pencurian itu terjadi pada 12 Desember 2021 sekitar pukul 02.00, di pekarangan belakang rumah Tasori. Ia keluar dari rumah karena bingung anak perempuannya yang masih berumur 18 bulan terus menangis hampir semalaman karena minta susu. Di halaman rumah korban, dirinya mengambil dua ekor ayam, jantan dan betina. Barang curian itu kemudian dimasukkan dalam kantong plastik. Sedianya ayam curiannya akan dijual, tetapi belum sempat meninggalkan lokasi, dirinya ditangkap warga, dan sempat menjadi bulan bulanan warga. Bahkan, sepeda motornya dibakar.

“Anak saya nangis semalaman minta susu. Saya bingung tidak punya uang untuk membelinya. Tanpa mikir panjang, saya keluar dan menuju ke pekarangan korban. Saya ambil dua ayam mau dijual, tapi keburu ditangkap warga dan dipukuli. Motor saya juga dibakar,” tuturnya.

Selama ini, lanjut dia, dirinya bekerja sebagai buruh serabutan. Pendapatan yang didapat hanya cukup untuk makan keluarga. “Saya janji, tidak akan mengulangi lagi. Tidak akan mencuri lagi,” pungkasnya. (T07-red)

BERITA LAINNYA