Take a fresh look at your lifestyle.

Data Salah Sasaran, Warga di Brebes Kembalikan BST Kemensos

512

BREBES – Puluhan warga Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, ramai-ramai mengembalikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang mereka terima, Rabu (13/5). Itu menyusul data penerima dinilai salah sasaran. Sebab, warga yang sudah mampu secara ekonomi justru mendapatkan bantuan tersebut.

Selain itu, BST dikembalikan karena warga yang telah menerima bantuan Program Harapan Keluarga (PKH) juga menerima BST Kemensos, sehingga menjadi penerima ganda. Warga mengembalikan BST Kemensos dengan mendatangi kantor balai desa setempat, sekitar pukul 11.00 Mereka mengembalikan bantuan dengan menyerahkan kembali undangan pencairan BST kepada kepala desa (Kades).

“Saya datang ke sini (balai desa-red), untuk mengembalikan bantuan dari kemensos, karena salah sasaran. Secara ekonomi dan status sosial, saya mestinya saya tidak berhak mendapatkan. Tapi, malah terdata dan mendapat undangan pencairan. Makanya saya kembalikan,” ujar Maimunah (40) salah seorang warga Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Rabu (13/5).

Ibu yang bekerja sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuturkan, BST yang diterima itu dikembalikan karena masih banyak warga lain yang membutuhkan. Nilai bantuannya sebesar Rp 600.000, dan akan diterima selama 3 bulan. Pihaknya juga tidak tahu kenapa namanya bisa masuk dan mendapatkan BST. Padahal dirinya tidak merasa di data sebelumnya. “Kami berharap ke depan, data para penerima bantuan sosial ini yang valid, sehingga bisa sampai tepat sasaran dan bukan seperti ini,” katanya.

Pengembalian BST juga dilakukan Setiawati (45) warga Desa Bulusari lainnya. Menurut dia, dirinya mengembalikan bantuan dari Kemensos itu karena sebelumnya sudah mendapatkan bantuan PKH. Padahal seperti yang disosialisasikan pendamping PKH, setiap orang hanya boleh menerima satu jenis bantuan. “Makanya saya datang ke Balai Desa ini untuk mengembalikan. Saya ini sudah menjadi Kelompok Penerima Manfaat PKH,” tuturnya.

Kepala Desa Bulusari, Saefudin mengungkapkan, puluhan warganya mendadak mendatangi balai desa untuk mengembalikan BST Kemensos. Di desanya untuk BST Kemensos mendapatkan alokasi bagi sebanyak 348 Kepala Keluarga (KK). Dari hasil verifikasi, ditemukan ada sebanyak 13 KK yang tercatat sudah menjadi penerima PKH, 6 KK sudah menjadi penerima Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT), dan 3 KK merasa sudah mampu ekonomi. Parahnya lagi ditemukan juga 10 KK yang tidak ada orangnya atau fiktif, 6 KK tercatat ganda atau dalam satu KK tercatat suami, Istri menerima. Kemudian, 4 KK diketahui sudah pindah alamat dan 2 KK meninggal dunia.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang hari ini secara kesadaran sendiri mengembalikan BST Kemensos. Ini bukti mereka berani jujur dan kami sangat salut,” tandasnya.

Menurut dia, data yang tidak sesuai hasil verifikasi tersebut, akan dilaporkan ke camat untuk ditindaklanjuti ke kabupaten dan Kemensos. Sehingga, alokasi yang tidak sesuai tersebut bisa dialihkan kepada warga yang memang berhak menerima. “Data ini segera kami laporkan ke Camat, sekaligus kami melampirkan data warga pengganti penerima BST Kemensos ini,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA